Special ID
---------------Donnie Yen mencoba peruntungannya sebagai seorang produser dalam film ini, selain sebagai pemeran utama dan sekaligus pengarah seni bela diri. Berperan sebagai Zilong Chen seorang anggota polisi yang menyamar sebagai preman dengan gambar tato di seluruh tubuhnya.
Di awal mula adegan, Zilong berusaha menyelamatkan tiga orang temannya sesama geng yang ditahan oleh geng lainnya. Adegan ini pula yang akan membongkar statusnya sebagai mata-mata. Dia tinggal bersama ibunya dan akrab layaknya seorang teman. Xiong merupakan pimpinan gangster yang dituakan didaerah itu mendapat laporan atas kejadian diatas lalu mengancam Zilong di depan ibunya.
Di Amerika, Kun dibunuh oleh Sunny dan mengambil data-data yang merupakan daftar orang yang memiliki bisnis ilegal. Sunny ingin memanfaatkan data tersebut untuk memerasnya. Xiong menginginkan data-data tersebut dan menugaskan Zilong untuk mengawasi Sunny. Padahal Sunny adalah orang yang pernah ditolong oleh Zilong ketika dikeroyok preman enam tahun yang lalu.
Zilong dan Sunny bertemu di rumah makan untuk pertama kalinya setelah lama tidak berjumpa. Sunny menjadi target pembunuhan oleh seseorang bernama Dao feng, namun gagal. Dao feng ingin membalas dendam karena Kun yang merupakan kakaknya, telah dibunuh oleh Sunny. Ternyata Dao feng dikirim oleh Xiong ke lokasi tersebut.
Sunny marah kepada Zilong karena menganggapnya sebagai pengkhianat sehingga perkelahianpun terjadi. Xiong mencoba mendamaikan keduanya dengan membocorkan bahwa Dao feng lah pelakunya. Dia memanfaatkan Zilong untuk membunuhnya dengan memberitahukan lokasi Dao feng. Sebaliknya Xiong mengadu domba Dao feng dengan menginfokan alamat palsu Sunny. Sehingga terjadilah perkelahian dan tembak menembak antara Zilong, Dao feng dan polisi. Dao feng pun tewas.
Sunny menawarkan Zilong untuk bergabung dengannya. Sayangnya, keesokan harinya penyamaran Zilong terbongkar karena orang yang pernah ditolongnya pada bagian awal film, yang dikira pingsan ternyata masih bisa mendengar dan melihat Zilong berbicara dengan polisi atasannya. Sunny datang ke rumah ibunya dan menganiayanya. Adegan ini cukup mengharukan dan memilukan.
Zilong dendam dan akhirnya bertarung dengan Sunny, dengan kejar-kejaran mobil maupun duel tangan kosong. Zilong berhasil mengalahkan Sunny dan menangkapnya.
Tidak ada yang istimewa dalam pertarungan dan perkelahian Donnie Yen dan jangan berharap pertarungan akan seindah film Ip Man yang pernah dilakoninya. Ceritanya juga biasa-biasa saja.
Shanaz
November 16, 2013
New Google SEO
Bandung, IndonesiaThor 2 (The Dark World)
-------------------------------Film ini merupakan seri kedua dari Thor yang pernah tayang di bioskop pada tahun 2011. Namun dari sisi cerita bukan merupakan sambungannya walaupun dimulai dengan sosok Loki yang tertangkap. Dalam seri pertama, Loki digambarkan terjatuh dari jembatan Asgard dan terhisap di ruang angkasa. Jadi bila ingin menonton langsung film ini tanpa seri sebelumnya, tidak ada masalah.
Masih diperankan oleh aktor dan aktris yang sama yaitu Chris Hemsworth sebagai Thor, Natalie Portman sebagai Jane Foster dan Tom Hiddleston sebagai Loki. Diproduksi oleh Marvel Entertainment dan bekerja sama dengan Walt Disney untuk pemasarannya.
Kisah dimulai ketika di masa lampau bangsa Asgard berperang melawan bangsa Dark Elf (peri hitam) yang dipimpin oleh Malekith (Christopher Eccleston). Dia mengandalkan senjata bernama Aether yang dapat menghancurkan seluruh Asgard. Sayangnya senjata tersebut dapat direbut oleh bangsa Asgard dan dia melarikan diri dengan mengorbankan pasukannya. Agar sulit ditemukan maka Aether disimpan dalam suatu tempat yang tersembunyi.
Secara kebetulan Jane terhisab dalam “pintu ajaib” sehingga dapat berpindah lokasi dari bumi ke tempat dimana Aether disimpan. Aether pun masuk ke dalam tubuh Jane yang berdampak kepada siapa saja yang mengganggu Jane akan terlempar sebagai reaksi dari Aether.
Heimdall memberitahu Thor bahwa matanya tidak bisa mendeteksi Jane di bumi yang berarti telah terjadi sesuatu kepada Jane. Thor memutuskan untuk menjemput Jane dan membawanya ke Asgard untuk diobati. Ternyata tidak ada obat yang dapat menyembuhkannya karena material tersebut adalah Aether.
Malekith bangun dari tidur panjangnya karena Aether sudah muncul kembali. Bersama pasukannya dan pesawat yang bisa menghilang, mereka menyerang Asgard dan menginginkan Jane. Dalam penyerangan tersebut mereka gagal membawa Jane namun ibunda Thor, Frigga, tewas.
Thor tanpa sepengetahuan ayahnya diam-diam menyusun rencana balas dendam kepada Malekith dengan mendatangi langsung tempat bangsa peri hitam tinggal yaitu Dark World alias dunia hitam. Loki yang berada dalam penjara ditawari kerjasama oleh Thor untuk balas dendam atas kematian ibu mereka. Namun sahabat-sahabat Thor kurang setuju mengingat sifat Loki yang jahat. Tapi Thor membutuhkan Loki yang mengetahui lorong waktu untuk menuju tempat dunia hitam.
Akhirnya mereka berhasil menuju dunia hitam dan bertemu dengan Malekith. Kekuatan Thor dan Loki tidak bisa mengalahkan malekith dan pasukannya. Justru Aether dapat diambil dari tubuh Jane oleh Malekith. Di saat yang kritis, Thor berhasil menyelamatkan Loki yang hampir tersedot oleh bom hisab. Dan sebaliknya, di saat yang menentukan Loki berhasil menyelamatkan Thor yang mengakibatkan dirinya sendiri tewas. Malekith berhasil pergi dengan pesawatnya dan kini tinggal Thor dan Jane yang terperangkap dalam dunia hitam.
Secara kebetulan Jane menemukan pintu ajaib lagi menuju ke bumi. Tak disangka Malekith juga menuju ke bumi. Malekith ingin menghancurkan sembilan dunia dengan Aether di bumi karena terjadi perpaduan sembilan dunia beberapa saat lagi. Dibantu oleh professor nyentrik Erik maka Jane dan kawan-kawannya menggunakan alat untuk memindahkan obyek benda dari suatu tempat ke tempat lain.
Thor akhirnya dapat mengalahkan Malekith dengan memotong tubuhnya menjadi beberapa bagian dan mengirimnya ke dunia yang berbeda-beda. Bumi dan sembilan dunia pun menjadi aman sentosa. Thor kembali ke Asgard dan ditanya oleh ayahnya untuk menjadi raja. Thor menjawab bahwa dirinya tidak mau menjadi raja dan lebih suka menjadi penjaga perdamaian di sembilan dunia dan yang cocok menjadi raja adalah Loki. Ayahnya pun mempersilahkan Thor menjalani sesuai keinginannya. Setelah Thor pergi maka ayahnya berubah wujud menjadi Loki. Apakah ayahnya dibunuh Loki ? Bagaimana Loki bisa hidup lagi ? Sepertinya akan ada seri ketiganya…
Hubungan Jane untuk terlibat dalam seri kedua ini terlalu dipaksakan dimana Jane yang terhisab dalam pintu ajaib. Mengapa tidak anak-anak kecil yang sudah menemukan tempat tersebut lebih dahulu ? Begitu juga saat terdampar di dunia hitam, mengapa bisa dengan mudahnya menemukan pintu ajaib menuju ke bumi ?
Dari sisi cerita boleh dibilang lumayan walaupun masih bisa dibuat lebih dramatisasi dan matang. Sang penulis cerita setidaknya mampu menggiring penonton untuk terkecoh dengan karakter Loki. Pada awalnya penonton digiring untuk menilai Loki sebagai si jahat, berikutnya penonton diajak untuk mengubah anggapannya menjadi si baik, dan terakhir penonton mendapat kenyataan bahwa dia adalah tokoh jahat juga.
Adegan pertarungan dan perkelahian termasuk biasa-biasa saja karena sudah sering tampil pada film-film superhero lainnya. Tidak ada hal baru dan yang meyakinkan. Bahkan untuk adegan perkelahian tertentu terlihat sangat cepat sehingga agak sulit dicerna tentang detil yang terjadi. Misalnya pada saat wajah Malekith terluka oleh Thor dan pada saat tangan Thor dipotong oleh Loki serta ketika tangan Makelith terputus oleh Thor. Seharusnya lebih indah dan mencekam bila dilakukan secara.
Ada ketidak konsistenan dalam film ini. Pengejaran pasukan peri hitam terhadap teman-teman Jane seperti main-main, tidak ada serunya dan keberingasan sama sekali. Padahal dengan modal senjata api seharusnya dengan mudah bisa membunuh mereka. Palu milik Thor yang berat sekali seharusnya tidak bisa digantung pada gantungan baju di tembok, tentu jebol bukan ?
Bagaimanapun juga film ini ditunggu-tunggu oleh anak-anak dan remaja yang merupakan pangsa pasar terbesar untuk meraih penonton.
Shanaz November 05, 2013 New Google SEO Bandung, Indonesia
Riddick
-----------Kisah petualangan ketiga dari serial The Chronicles of Riddick dilanjutkan dalam film yang berjudul Riddick ini. Seri pertamanya berjudul Pitch Black dirilis pada tahun 2000 dan seri keduanya berjudul The Chronicles of Riddick pada tahun 2004. Masih dibintangi oleh Vin Diesel sebagai Riddick dan diarahkan oleh sutradara yang sama yaitu David Twohy.
Dikisahkan bahwa Riddick adalah seorang raja yang dikhianati oleh bawahannya. Kepergiannya ke sebuah planet bernama Furya ternyata dimanfaatkan oleh para pengkhianat untuk membunuhnya. Mereka membawanya ke planet lain dengan tujuan untuk membunuhnya. Merasa berhasil maka mereka meninggalkannya sendirian dalam planet yang tak dihuni oleh manusia ini.
Ternyata Riddick tidak mati walaupun luka-lukanya cukup parah. Dia mempunyai sahabat seekor anjing yang tentu saja di planet ini digambarkan dalam bentuk perpaduan antara anjing dan monster. Dia bertahan hidup dengan segala hambatan yang ada. Akhirnya Riddick menemukan suatu tempat untuk mengirim sinyal darurat untuk bantuan. Namun yang datang justru para pemburu hadiah untuk menangkap buronan karena Riddick dianggap sebagai buronan.
Pesawat pertama datang dan dipimpin oleh Santana (Jordi Molla) yang merupakan pemburu hadiah. Menyusul pesawat kedua datang dengan dikepalai oleh John (Matt Nable) yang ingin menanyakan keberadaan anaknya. Entahlah dalam film ini tidak ada sama sekali diceritakan tentang anak John sehingga gregetnya terasa hambar. Penonton tidak bisa merasakan emosi tersebut karena kisahnya sendiri tidak ditampilkan.
Satu per satu anak buah Santana dibunuh oleh Riddick. Sayangnya kemunculan Riddick bak hantu yang tidak bisa dilihat, tiba-tiba berada disana dan tiba-tiba hadir disini tanpa diketahui oleh musuh. Tentu saja hal ini menggampangkan alur ceritanya namun secara visual merupakan suatu kekurangan karena tidak ada prosesnya.
Riddick mengincar pesawat yang ada namun baterainya disimpan dalam lemari locker. Dia berhasil mencuri baterai itu dan menyembunyikannya di tempat lain. Santana dan John kelabakan karena tanpa alat itu maka mereka tidak bisa menerbangkan pesawatnya. Riddick berhasil ditangkap dan Santana ingin membunuhnya tetapi John ingin penjelasan mengenai anaknya yang ikut terbang bersama Riddick. John menganggap bahwa Riddick telah membunuhnya namun dibantah dan dijelaskan bahwa anak John ketagihan narkoba dan bunuh diri.
Akhirnya terjadi deal di antara mereka bahwa baterai dikembalikan satu sedangkan satunya lagi dipakai oleh Riddick. Untuk mencapai tempat penyimpanan baterai yang cukup jauh dan harus melewati monster beracun mereka menggunakan sepeda motor terbang. Ketika kembali mereka harus berjuang melawan monster di darat. Sayangnya Riddick harus berjuang sendirian karena ditinggal oleh John. Untungnya disaat-saat kritis, John kembali datang dengan membawa pesawatnya.
Cerita berakhir dengan happy ending dimana John pergi dengan pesawatnya dan Riddick mendapat pesawat sesuai janji sebelumnya untuk kembali ke planet asalnya. Jadi siap-siap dibikin film lanjutannya.
Vin Diesel bermain biasa saja dan tidak terlalu istimewa karena faktor untuk mengekplorasi diri tidak banyak. Perkelahian dan pertarungannya juga biasa. Yang menarik adalah peran Jordi Molla yang mampu mengekspresikan dirinya dengan baik. Karakter penggoda wanita, sadis dan juga pengecut dapat diekspresikan dengan mumpuni. Demikian juga peran Matt Nable yang menunjukkan wibawa seorang pemimpin dan tegas dapat diperankan dengan baik.
Kekurangan dalam film ini adalah miskin cerita dan membuat bingung penonton akan sosok Riddick, apakah dia seorang pahlawan atau seorang pembunuh berdarah dingin. Sutradara seharusnya mengolahnya dengan bijak tanpa mengurangi karakter itu sendiri.
Ada ketidak konsistenan cerita, bagaimana Riddick dianggap sebagai buronan padahal seharusnya sudah mati. Anggap saja dia belum mati, tetapi dengan ganasnya alam dan monster yang ada maka kecil sekali dia bisa hidup lama. Dengan ditinggal begitu saja dia tidak akan bisa kembali ke planet asalnya jadi tidak perlu adanya pemburu hadiah.
Ketidak konsistenan lain adalah mengapa bisa ada tempat untuk mengirim sinyal darurat jika tidak ada yang menghuni planet tersebut. Bagaimana dia bisa menjadi buronan dalam waktu singkat bila sebelumnya adalah seorang raja. Begitu gampangnya untuk mencapai planet asing tersebut seolah-olah sudah sering ke tempat tersebut.
Sebagai sebuah film hiburan bolehlah untuk ditonton namun jangan mengharap lebih karena masih banyak film petualangan sejenis yang labih bagus dari sisi cerita dan petualngannya itu sendiri.
Shanaz September 16, 2013 New Google SEO Bandung, Indonesia
The Mortal Instruments : City of Bones
-------------------------------------------------Film ini diambil dari kisah serial novel The Mortal Instruments yang terdiri dari enam judul dan City of Bones merupakan seri pertama hasil karya Cassandra Clare pada tahun 2007. Seri kedua mempunyai judul City of Ashes, seri ketiga mempunyai judul City of Glass dan seri keempat mempunyai judul City of Fallen Angels serta seri kelima mempunyai judul City of Lost Souls. Untuk seri keenam rencananya akan terbit pada tahun 2014 dengan judul City of Heavenly.
Kisah dimulai dari Clary (Lily Collins), seorang gadis remaja yang suka puisi dan mempunyai sahabat bernama Simon (Robert Sheehan) yang selalu mendampinginya bepergian. Suatu hari secara tak terduga Clary melihat suatu pembunuhan disebuah club malam yang dilakukan oleh Jace (Jamie Campbell) dan kelompoknya. Namun semua orang tidak ada yang melihat kejadian tersebut termasuk Simon yang tidak percaya atas pengkauan Clary. Hal tersebut membuat Jace keheranan karena seharusnya manusia biasa tidak bisa melihat mereka yang merupakan shadowhunter alias pemburu bayangan. Yang bisa melihatnya adalah kelompok alam lain misalnya iblis, tukang sihir, vampire atau manusia serigala.
Jace penasaran akan identitas Clary sehingga mencoba mencari tahu siapa sebenarnya Clary. Di saat yang sama, ibu Clary yang bernama Jocelyn mendapat serangan dan diculik oleh anak buah Valentine (Jonathan Rhys Meyers) yang mencari mortalcup atau gelas piala. Jace membantu Clary dengan membawanya ke Institute yaitu markas besar kaum shadowhaunter yang dipimpin oleh Hodge. Dari dialah Clary mendapat cerita bahwa ibunya adalah seorang shadowhunter juga.
Clary mendatangi rumah Luke yang merupakan kekasih ibunya tetapi anak buah Valentine sudah mendahuluinya dan berhasil menyiksa Luke. Clary kecewa karena Luke mengatakan bahwa dia juga menginginkan gelas piala yang disimpan oleh ibunya. Luke sebenarnya adalah manusia serigala.
Simon tertangkap oleh vampire dan dijadikan sandera disebuah gedung. Clary, Jace, Isabelle dan adiknya Alec berusaha membebaskan Simon. Pertarungan terjadi dengan lawan vampire yang berjumlah ratusan. Untunglah mereka dibantu oleh Luke dan manusia serigala lainnya sehingga bisa lolos. Clary melihat bekas gigitan pada kulit Simon namun tidak menceritakannya.
Rupa-rupanya Jace menaruh hati kepada Clary dan begitu juga Clary namun diam-diam Simon juga menyukai Clary. Tidak hanya itu saja, Alec rupa-rupanya menyenangi Jace walaupun sesama laki-lakinya sehingga tersaji romansa cinta dalam balutan kerumitan. Namun akhirnya diketahui bahwa Jace dan Clary merupakan adik dan kakak. Rasanya aneh dan cukup membingungkan, setidaknya itulah yang dirasakan mereka mengingat mereka pernah berciuman.
Clary berhasil mengetahui tempat gelas piala disembunyikan dan ternyata ada di kartu tarot yang berada di Dorothea yang merupakan penyihir. Sayangnya iblis sudah masuk ke dalam tubuh Dorothea sehingga terjadi perebutan. Hal yang unik adalah kemampuan Clary yang dapat mengambil benda berbentuk 2 dimensi menjadi benda yang sesungguhnya.
Hodge berkhianat dan bekerja sama dengan Valentine untuk menguasai gelas piala dan membuka kubah untuk pintu masuk iblis-iblis kelompok Valentine. Valentine berusaha merayu Clary yang merupakan anak kandungnya untuk menyerahkan gelas pialanya. Tentu saja Clary tidak mudah begitu saja untuk memberikannya.
Perkelahian ayah dan anak di akhir film cukup seru dan tentu saja mereka bisa mengalahkan ayah mereka sendiri tepat dilubang portal.
Peran Lily Collins cukup memikat dan mampu mengekspresikan situasi yang terjadi dengan baik. Bintang-bintang lainnya juga cukup mumpuni untuk memperlihatkan kemampuannya.
Percy Jackson : Sea of Monster (3D)
--------------------------------------------Cara mudah untuk mendapatkan banyak penonton adalah membuat sebuah film yang diadaptasi dari cerita novel. Penonton akan tertarik karena sudah mengenal cerita, tokoh dan konfliknya sehingga akan mendatangi gedung bioskop untuk menyaksikannya. Hal yang sama juga terjadi pada film ini yang merupakan seri kedua dari serial pentalogi novel Percy Jackson and The Olympians karya Richard Russel Riordan Jr. dengan nama popularnya yaitu Rick Riordan. Seri pertama berjudul The Lighting Thief, seri kedua berjudul The Sea of Monsters, seri ketiga berjudul The Titan’s Curse dan seri keempat berjudul The Battle of Labyrinth serta seri kelima berjudul The Last Olympian.
The Lighting Thief sudah difilmkan pada tahun 2010 dengan pemain yang sebagian masih sama dalam film kedua ini. Yang berbeda adalah pemeran Chiron yang sebelumnya adalah Pierce Brosnan digantikan oleh Anthony Head. Demikian juga sang sutradara yang sebelumnya adalah Chris Columbus digantikan oleh Thor Freudenthal.
Kisah dimulai tentang sejarah pelindung kamp yang berupa pembatas yang melindungi para manusia setengah dewa dari monster. Thalia kecil berkorban menyelamatkan ketiga temannya yaitu Luke, Annabeth dan Grover dari serangan raksasa Cyclops. Thalia berubah menjadi pohon yang melindungi kamp.
Beberapa tahun kemudian pohon tersebut di racun oleh Luke sehingga pelindungnya menjadi lemah sehingga monster banteng bisa masuk ke dalam kamp. Untunglah monster banteng tersebut dapat dihancurkan oleh Percy (Logan Lerman). Untuk mengobati pohon pelindung tersebut maka dicarilah kain bulu domba yang dipercaya dapat menyembuhkan segala penyakit dan bahkan bisa membangkitkan orang yang sudah mati.
Clarisse (Leven Rambin) merupakan pesaing Percy dalam segala hal ditunjuk untuk mencari kain bulu domba di segitiga Bermuda. Percy yang merasa sedikit kecewa akhirnya memutuskan untuk berangkat sendiri ditemani oleh Grover (Brandon T Jackson) dan Annabeth (Alexandra Daddario) serta Tyson (Douglas Smith) yang merupakan saudara tirinya hasil perkawinan Poisedon dengan Nymph.
Trio sopir taxi buta memberikan petunjuk angka-angka untuk menemukan lokasi segitiga Bermuda. Pada saat tiba ditengah kota, Grover diculik oleh kelompok Luke. Rupa-rupanya Luke sengaja menggiring Percy menuju segitiga Bermuda. Setibanya di lautan segitiga Bermuda maka kapal karet Percy disedot oleh monster laut. Didalam perut monster itu Percy bertemu dengan Clarisse dan kapalnya yang memiliki kru zombie. Merekapun bekerja sama untuk dapat keluar dari perut monster.
Akhirnya mereka menemukan sebuah pulau yang dihuni oleh Polyphemus yang merupakan raksasa cyclop. Disana mereka juga bertemu dengan Grover yang menyamar sebagai cyclop wanita tukang masak. Percy dkk berhasil mengambil kain bulu domba dari tangan Polyphemus. Sayangnya luke berhasil memperdaya mereka dan bahkan membunuh Tyson.
Rencana Luke terkuak, dia menginginkan kain bulu domba untuk membangkitkan Kronos yang tak lain adalah ayah Poseidon alias kakek Percy. Sifat jahat Kronos yang menghancurkan manusia dan para dewa itulah yang menyebabkan dia dibunuh oleh anak-anaknya sendiri. Kronos berhasil bangkit maka Percy dkk tak tinggal diam dan berhasil mengalahkannya. Tyson muncul kembali karena lukanya disembuhkan oleh air yang merupakan anak Poseidon (dewa air). Disaat yang tak terduga Annabeth dibunuh oleh monster kera dengan ekornya yang tajam. Untunglah kain bulu domba dapat membangkitkannya kembali.
Akhirnya kain bulu domba dibawa ke kamp manusia setengah dewa dan digunakan untuk menyembuhkan pohon pelindung. Pohon pelindung menjadi sembuh dan tak disangka Thalia juga ikut bangkit dan berbentuk orang dewasa.
Permainan para pemainnya biasa-biasa saja. Dari sisi alur cerita juga biasa-biasa saja mengalir secara datar. Tampilan 3 Dimensinya cukup lumayan walau cenderung agak gelap. Special efeknya biasa saja. Adegan perkelahian dan pertarungannya biasa saja.
Kelemahan dari film ini adalah monster laut yang ditampilkan hanya sebentar dan kurang greget serta tidak secara utuh diperlihatkan padahal judul yang dipakai adalah lautan monster. Tema sentralnya sendiri tidak tertuju pada lautan monster melainkan cenderung pada sosok kain bulu domba. Seharusnya judulnya diganti. Nikmati saja film ini sebagai hiburan dengan makan popcorn dan minuman ringan.
The Call
------------Di Indonesia bila seseorang membutuhkan pertolongan polisi maka tidak ada saluran telepon khusus yang secara terpadu menanganinya. Yang ada hanya fasilitas yang menghubungkan ke kantor polisi terdekat yaitu nomor telpon 112. Yang menerimapun umumnya petugas polisi yang sedang piket jaga. Berbeda halnya di Amerika, nomor telpon 911 adalah merupakan layanan terpadu yang ditangani oleh bagian khusus di kepolisian yang mempunyai data base lengkap dari penduduk, mengetahui lokasi penelpon sekaligus alamatnya, peta online, bisa menghubungi patroli polisi secara langsung atau rumah sakit dll. Jadi jangan kaget bila di depan personil call center terdapat enam layar monitor sekaligus.
Jordan (Halle Berry) bekerja sebagai petugas call center di kepolisian yang menangani panggilan darurat 911. Suatu hari menangani telpon dari seorang remaja putri Leah yang melaporkan ada seseorang yang masuk ke rumahnya. Jordan membantu dan membimbing Leah untuk melakukan hal-hal yang disuruhnya yaitu membuka jendela dan melemparkan sandal diluar agar dikira Leah sudah kabur padahal masih sembunyi dibawah ranjang. Hal itu sempat mengecoh orang tersebut dan hendak mengejar Leah keluar rumah. Sayangnya sambungan telpon Leah terputus dan Jordan menelpon balik ke Leah. Tentu saja hal ini merupakan sebuah kesalahan dari Jordan karena orang tersebut mendengar suara dering telpon Leah dan tertangkaplah.
Selanjutnya di televisi dikabarkan penemuan mayat Leah. Jordan merasa bersalah dan mengalami trauma akan kesalahannya itu padahal seharusnya Leah sudah selamat bila tidak ditelpon balik. Terpukul atas peristiwa itu akhirnya Jordan berpindah haluan menjadi seorang guru atau instruktur bagi pegawai baru call center. Suatu saat salah seorang call center menerima panggilan darurat 911 dari Casey (Abigail Breslin) dan tidak bisa menanganinya dengan baik. Mau tak mau Jordan yang kebetulan berada didekatnya ganti menanganinya dan memberikan arahan kepada Casey.
Casey diculik oleh seorang laki-laki yang belakangan diketahui bernama Michael (Michael Eklund) dari tempat parkir sebuah mall. Casey disembunyikan didalam bagasi mobil dan dibawa menuju suatu tempat. Dari dalam bagasi inilah Casey menelpon 911. Jordan yang masih mengalami trauma berusaha tidak melakukan kesalahan lagi dan membantu Casey untuk melakukan hal-hal yaitu membuka lampu belakang mobil, mengeluarkan tangannya dari lubang dan menumpahkan cat dijalan. Sayangnya hal tersebut tidak berhasil dengan baik ditambah lagi telpon yang digunakan merupakan prabayar sehingga tidak bisa terdeteksi lokasinya.
Beberapa orang curiga dan berusaha menyelamatkannya yaitu Alan yang mengemudikan mobil hitam namun justru dibunuh oleh Michael. Demikian juga penjaga pom bensin yang justru dibakar oleh Michael. Dan akhirnya Caseypun ketahuan kalau mempunyai telpon dan Michaelpun menggertak Jordan. Jordan jadi ingat peristiwa enam bulan lalu dengan kasus Leah dimana suara dan kalimat yang diucapkan Michael sama persis. Jordan yakin Michael adalah orang yang sama yang menculik dan membunuh Leah.
Polisi berhasil menemukan rumah Michael yang dihuni oleh istri dan anaknya namun Michael sendiri tidak ada disana. Polisi menuju ke daerah bukit Santa Clarita berdasarkan info istrinya dan melakukan penggerebekan ke pondok milik Michael namun hasilnya nihil. Rupa-rupanya Casey disekap diruang bawah tanah yang lokasinya dekat dengan rumah pondok Michael.
Jordan penasaran karena polisi belum menemukan Casey. Mengingat Michael pada akhirnya pasti akan membunuhnya maka Jordan memutuskan untuk mencarinya sendiri ke bukit Santa Clarita. Akhirnya Jordan berhasil menemukan tempat penyekapan Casey. Terjadi perkelahian antara Jordan dan Michael. Jordan dan Casey berhasil kabur dari ruang bawah tanah. Tidak seperti film-film thriller kebanyakan, kalau tidak sang penjahat yang mati maka ditangkap polisi. Namun kali ini di akhir film sang penjahat diikat dan disekap diruang bawah tanah sebagai bentuk balas dendam.
Film ini cukup sederhana dalam alur ceritanya namun dibuat dengan cara yang mumpuni. Ketegangan dibangun bukan berdasarkan keseraman seorang penculik atau kehororan seseorang dalam melakukan terror melainkan berdasarkan dialog lewat telpon. Penonton merasa ikut terbawa dalam ketakutan dan kegemasan lewat dialog tersebut. Penampilan Halle Berry cukup baik dalam memerankan seorang petugas call center dan mengalami trauma. Penampilan Abigail Breslin juga bagus dalam memerankan seorang korban penculikan. Ekspresi ketakutan dan kesedihan serta perjuangannya untuk lolos dapat terlihat dengan alami.
Kekurangan dari film ini adalah sosok Jordan yang merupakan polisi juga tetapi tidak bisa berkelahi, seharusnya ditampilkan adegan perkelahian yang cukup seru walaupun akhirnya harus kalah sesuai skenarionya. Polisi menggeledah pondok Michael tidak teliti, seharusnya melakukan pengecekan di sekitar pondok Michael juga sehingga akan menemukan ruang bawah tanah, a[algi ada telpon yang rusak berserakan di atas tanah.
Shanaz
Agustus 15, 2013
New Google SEO
Bandung, IndonesiaKilling Session
--------------------Yang namanya perang pasti akan menimbulkan dendam dan kebencian dari masing-masing pihak. Sifatnya sudah absurd. Mana yang benar dan mana yang salah bagai dua belah sisi uang koin. Bukan sisi gambar menunjukkan yang benar dan sisi angka menunjukkan yang salah melainkan siapa yang melempar uang koin tersebut. Dialah yang menunjukkan siapa yang benar dan siapa yang salah.
Emil (John Travolta) seorang warga Serbia merasakan dendam karena keluarganya dibunuh oleh tentara Bosnia. Untuk itu dia bergabung dengan tentara Serbia dan masuk dalam kelompok Scorpion. Kelompok tersebut berhasil menginvasi dan membantai warga Bosnia. Untuk itu pasukan Amerika dikirim ke Bosnia untuk melawan kelompok Scorpion dan sekaligus membuatnya menyerah. Dalam posisi berlutut Emil ditembak oleh Benjamin (Robert De Niro).
Selang beberapa tahun kemudian Emil ternyata tidak mati dan mencari keberadaan Benjamin untuk membalas dendam dan bahkan menyusulnya ke Amerika. Benjamin sendiri sudah pensiun dan mengasingkan diri di sebuah pondok di hutan. Dia merasa bersalah karena telah membunuh orang saat perang dan tidak sesuai dengan hati nuraninya.
Emil pura-pura akan berburu rusa dan berkenalan dengan Benjamin. Sempat mengobrol dan minum bersama di dalam pondok. Saat berburu bersama ternyata Emil mengarahkan panahnya ke Benjamin. Barulah tersadar kalau jiwanya terancam sehingga terjadilah perburuan oleh Emil. Dia berhasil menangkap Benjamin dan melakukan sedikit penyiksaan.
Namun Benjamin berhasil lolos dan bahkan menangkap balik Emil serta melakukan sedikit penyiksaan sebagai balas dendamnya. Tak disangka Emil bisa lolos dan tentu saja menyerang balik Benjamin. Pada akhirnya Benjamin berhasil mengalahkan Emil dan mengikat kaki dan tangannya. Suatu keadaan yang sama persis beberapa tahun yang lalu di Bosnia. Benjamin menodongkan senjatanya kepada Emil yang sedang berlutut. Untunglah hasil akhirnya happy ending. Benjamin tidak jadi menembak Emil dan keduanya berdamai.
Film ini dibintangi oleh aktor-aktor berkelas tetapi sayangnya sang sutradara kurang mengeksplor kemampuan mereka. Jadinya penampilan mereka hanya standard saja tidak begitu istimewa. Hal ini kemungkinan juga disebabkan oleh lemahnya alur cerita yang ada padahal potensinya bisa digarap lebih kompleks dan lebih menarik.
Kelemahan dari film ini adalah mengapa Emil bisa hidup lagi padahal sudah ditembak pada kepalanya dari jarak dekat. Juga umumnya tentara Amerika akan memastikan kematiannya lebih dulu atau menguburkan jasadnya. Lalu benda runcing apakah yang diambil Benjamin dari dalam luka pahanya? Tulang atau besi pen tapi yang jelas tidak masuk akal. Berikutnya, dengan mudahnya mereka bisa berdamai padahal emosi dan dendam yang tinggi sudah berkobar-kobar sejak awal. Rasanya terlalu gampang bisa berdamai.
Selama 30 menit pertama merupakan percakapan yang cukup membosankan dan belum ada aksi perkelahian sama sekali. Aksinya dan pertarungannya tampak biasa-biasa saja, lebih cocok sebagai film lepas di televisi, bukan di bioskop.
Shanaz
Agustus 03, 2013
New Google SEO
Bandung, Indonesia













