300 : Rise of an Empire
-----------------------------
Film ini merupakan seri kedua dari serial berjudul 300 dengan judul Rise of an Empire. Seri pertama sudah pernah dirilis pada tahun 2006 dengan judul Prepare for Glory. Film ini diadaptasi dari serial cerita komik berjudul 300 yang merupakan hasil karya Frank Miller dan dibantu pewarnaannya oleh Lynn Varley pada tahun 1998. Serial komik ini terdiri dari lima seri masing-masing berjudul Honor, Duty, Glory, Combat dan Victory.
-----------------------------
Film ini merupakan seri kedua dari serial berjudul 300 dengan judul Rise of an Empire. Seri pertama sudah pernah dirilis pada tahun 2006 dengan judul Prepare for Glory. Film ini diadaptasi dari serial cerita komik berjudul 300 yang merupakan hasil karya Frank Miller dan dibantu pewarnaannya oleh Lynn Varley pada tahun 1998. Serial komik ini terdiri dari lima seri masing-masing berjudul Honor, Duty, Glory, Combat dan Victory.
Rise of an Empiremencoba menguak latar belakang kejadian sebelum seri pertama terjadi sekaligus pada waktu yang sama serta waktu sesudahnya. Walaupun cerita peperangan dan tokoh yang ditampilkan berbeda namun secara sekilas ditampilkan juga tokoh dalam seri pertamanya misalnya Gerard Butler sebagai raja Leonidas dan Peter Mensah sebagai pengawal raja Darius. Tidak hanya itu saja, masa setelah seri pertama selesai diceritakan pula sebagai adegan pamuncak film ini.
Raja Persia yang bernama Darius melakukan invasi bersama pasukannya yang berjumlah besar ke Yunani. Perlawanan tentara Yunani dipimpin oleh Themistokles (Sullivan Stapleton) seorang biasa yang tak terkenal di daerah Marathon. Namun disaat dan momen yang tepat dia berhasil memanah Raja Darius dan mengenai jantungnya. Xerxes (Rodrigo Santoro) yang merupakan anaknya menyaksikan pemandangan itu dengan matanya sendiri tanpa bisa menolong ayahnya. Dengan penuh dendam membara terhadap Themistokles dan rasa benci terhadap Yunani maka membuatnya menempuh segala cara untuk mewujudkannya.
Xerxes berkoalisi dengan Artemisia (Eva Green) untuk mewujudkan dendamnya. Artemisia mempunyai latar belakang sebagai warga Yunani yang keluarganya dibunuh dan diperkosa oleh tentara sipil Yunani. Pada saat remaja dijadikan sebagai budak dan pelampiasan nafsu para tentara dan pada akhirnya dibuang ditengah jalan. Ditemukan dan dirawat serta dilatih oleh tangan kanan raja Darius sehingga dipercaya menjadi jenderal perang pasukan Persia. Ambisinya untuk berperang menaklukan Yunani membuatnya tega mencabut anak panah yang menancap di jantung raja Darius sehingga menyebabkannya tewas.
Artemisia membunuh semua pejabat di lingkungan kerajaan dan mengundang para ahli sihir untuk membantu Xerxes dan berhasil mengubah Xerxes yang baru dengan tubuh yang tinggi besar. Xerxes sukses menjadi raja Persia dan mendeklarasikan perang terhadap Yunani.
Dengan jumlah kapal yang sedikit, Themistokles mengandalkan taktik dan strategi. Hari pertama. strateginya menyerang kapal Persia di bagian tengah yang rapuh sehingga bisa tenggelam. Hari kedua, taktiknya membawa kapal-kapal Persia ke daerah berkabut dan berkarang sehingga pada menabrak batu-batuan. Karena merasa kalah, Artemisia mengundang Themistokles masuk ke dalam kapalnya dan merayu untuk bergabung dalam pasukan Persia namun ditolak. Hari selanjutnya Artemisia melancarkan serangan dengan menggunakan minyak dan bom bunuh diri yang membuat Themistokles nyaris tewas.
Ratu Gorgo dihubungi oleh Themistokles untuk melakukan balas dendam terhadap kematian suaminya yaitu raja Leonidas. Karena dialah harapan satu-satunya yang masih bisa membantu mengingat mempunyai banyak kapal. Namun ratu Gorgo menolaknya.
Mau tak mau Themistokles melakukan perlawanan dengan jumlah kapal yang sedikit di daerah Salamis sebagai perjuangan terakhir. Tak ketinggalan pula pertarungan duel antara Themistokles dengan Artemisia. Di saat yang kritis muncullah bantuan dari ratu Gorgo dengan armada kapalnya. Pada akhirnya Themistokles berhasil membunuh Artemisia walau sebelumnya sudah disuruh menyerah tapi tidak mau. Seri ketiga sudah pasti akan dibuat mengingat Xerxes masih aman-aman saja melihat dari kejauhan peperangan tersebut dan belum tewas. Sayangnya film ini memiliki durasi yang pendek hanya 100 menit saja seandainya dibuat lebih panjang seperti film legenda lainnya maka penonton akan lebih puas menyaksikannya, mengingat film ini pada awalnya dibuat model narasi yang cepat penyampaiannya. Masih dengan model setengah animasi seperti film sebelumnya dengan mayoritas warna cream kecoklatan dan sedikit kabur, film ini digarap dengan spesial efek hampir di semua adegan.
Film ini terlalu banyak menampilkan visualisasi darah berwarna hitam kemerahan yang berceceran dan muncrat kemana-mana. Bagi yang tidak terbiasa melihat darah mungkin bisa membuat kepala pusing. Dengan efek komputerisasi CGI terlihat semua orang termasuk Themistokles memiliki tubuh atletis dengan dada yang bidang dan perut six pack. Sedikit kelemahan, kadang kala Themistokles terlihat dadanya tidak bidang dan perutnya one pack.
Penampilan Sullivan Stapleton cukup lumayan namun dalam berpidato di depan orang banyak intonasi suara dan karisma suara terasa kurang menggelora. Untunglah suara musiknya membantu membangkitkan suasana itu. Akting Eva Green cukup bagus dengan tatapan matanya yang memang menunjukkan sifat jahatnya.
Film ini tidak membosankan karena ceritanya berbeda dengan seri pertama. Bila seri pertama peperangan dilakukan di darat maka pada seri kedua ini dilakukan di laut. Mungkin saja pada seri ketiga nanti peperangan akan dilakukan di udara, siapa tahu. Selamat menonton.
Shanaz Maret 09, 2014 New Google SEO Bandung, Indonesia
Lone Survivor
------------------Sebuah film yang diangkat dari kisah nyata operasi militer Amerika Serikat di Afganistan dengan sandi operasi sayap merah. Operasi sayap merah dilakukan pada tahun 2005 dan mempunyai misi untuk menangkap atau membunuh komandan taliban senior bernama Ahmad Shah. Ahmad Shah dan pasukannya membunuh setidaknya 20 orang dalam seminggu. Seorang saksi hidup yang bernama Marcus Ruttrell pada tahun 2007 menuturkan kisahnya dalam sebuah buku yang berjudul Lone Survivor: The Eyewitness Account of Operation Redwing and The Lost Heroes of Seal Team 10. Buku tersebut berhasil masuk dalam New York Times Best Sellersdalam kategori Non-Fiction.
Empat orang anggota tim Navy Seal yang bernama Marcus Ruttreall (Mark Wahlberg), Matthew Axelson (Ben Foster), Michael Murphy (Taylor Kitsch) dan Danny Dietz (Emile Hirsh) berangkat dari pangkalan udara Bagram untuk menuju sebuah desa yang yang dikelilingi perbukitan yang telah teridentifikasi akan keberadaan Ahmad Shah. Mereka sudah berada di titik penalti terakhir untuk menembak Ahmad Shah yang bercirikan fisik tidak mempunyai sebelah telinga. Sayangnya hubungan komunikasi terganggu sehingga konfirmasi perintah tidak didapatkan.
Sementara menunggu menerima perintah menembak, tiba-tiba muncul tiga orang penggembala kambing. Tentu saja hal ini diluar dugaan. Mau tak mau mereka menangkapnya dan disinilah timbul perdebatan mau diapakan mereka. Alternatif pertama adalah membunuh mereka dengan konsekuensi tugas lancar tapi menjadikan mereka pelanggar hukum juga. Alternatif kedua adalah melepaskan mereka dan tugas gagal karena keberadaan operasi tersebut sudah diketahui oleh orang lain. Konflik dan pemikiran serta alasan mereka memang cukup bisa diterima dalam berdebat. Sebagai kepala dalam misi ini Marcus berhak memutuskan hasilnya dan voting tidak berlaku.
Akhirnya Marcus memutuskan untuk melepaskan gembala kambing tersebut. Misi dianggap gagal dan mereka berencana untuk kembali ke pangkalan. Sayangnya komunikasi terganggu di saat-saat yang penting. Mereka hendak menyelamatkan diri dengan naik ke bukit bagian atas agar dapat menerima sinyal telepon satelit. Sayangnya gembala yang dilepaskan membocorkan kepada pasukan Taliban akan keberadaan pasukan Amerika.
Beberapa saat kemudian pasukan Taliban dengan jumlah yang banyak menyerbu dan menyerang mereka. Marcus dan kawan-kawan kalah jumlah tetapi tak mudah menyerah begitu saja. Perlawanan yang gigih dilakukan untuk mempertahankan nyawa mereka dan kehormatan mereka. Rasa patriotisme dan keberanian dalam mengemban misi ditunjukkan dengan perlawanan sampai titik darah penghabisan. Tiga nyawa melayang dan hanya Marcus yang selamat walaupun luka parah.
Marcus ditolong oleh Gulab seorang penduduk di sekitar kejadian walaupun diawalnya Marcus ragu-ragu karena tidak tahu orang tersebut Taliban atau bukan terlebih lagi dengan tewasnya rekan-rekannya akibat membebaskan gembala kambing. Marcus ditampung dirumahnya walaupun ada orang yang tidak setuju dengan hal itu. Marcus meminta tolong seseorang agar mengirim surat ke pangkalan Amerika yang memberitahukan keberadaannya di desa itu.
Pasukan Taliban tidak tinggal diam, mereka tetap mencari Marcus dan pada akhirnya menemukan persembunyian Marcus. Marcus diseret dan hendak dipancung kepalanya oleh anak buah Ahmad Shah. Pada saat yang menentukan, Gulab menyelamatkannya. Marcus terheran-heran dengan sikap Gulab yang berani mengambil resiko kepada Taliban. Pasukan Taliban pun pergi namun tetap mengancam akan membinasakan desa tersebut.
Hari berikutnya pasukan Taliban dengan jumlah lebih banyak datang kembali ke desa tersebut. Terjadi tembak-menembak dengan penduduk desa tersebut. Marcus sendiri nyaris tewas. Untunglah pasukan bantuan Amerika Serikat datang disaat yang tepat.
Permainan para bintang cukup bagus dan meyakinkan. Mereka mampu menunjukkan kegetiran dan kepahitan dalam menjalankan tugas namun memiliki rasa patriotisme yang tinggi. Sutradara mampu membuat film yang sangat sederhana ini tanpa banyak lika-liku cerita namun bukanlah sebuah film kacangan. Tata rias wajah patut diacungi jempol karena mampu menampilkan luka-luka secara real dan nyata. Goresan, borok, darah akan membuat anda terenyuh karena tampak asli. Demikian juga saat pengambilan gambar mereka jatuh ke jurang melewati batu-batuan, terlihat seperti jatuh benaran.
Film ini tidak menampilkan kesuperheroan Amerika seperti film-film lainnya, mengingat Ahmad Shah sampai film selesaipun tidak tertangkap. Kalaupun ada hanyalah gambaran fisik Ahmad Shah yang mirip dengan Osama bin Laden. Yang jelas film ini menceritakan kegagalan operasi sayap merah hanya karena alasan kemanusiaan sesuai konvensi Jenewa. Padahal yang namanya sebuah perang membutuhkan ongkos yang mahal bukan saja dalam bentuk materi melainkan pengorbanan nyawa.
Pada akhir film akan ditayangkan foto dan video aslinya dari tim sayap merah sebelum meninggal dunia di medan perang. Jadi jangan keburu meninggalkan bioskop.
Shanaz
Februari 09, 2014
New Google SEO
Bandung, IndonesiaJack Ryan (Shadow Recruit)
-----------------------------------Nama Jack Ryan sebenarnya tak asing bagi penggemar novel yang bertema spionase. Jack Ryan (Shadow Recruit) merupakan film kelima dari serial novel Jack Ryan buah karya Thomas Leo Clancy JR. Novel yang sudah difilmkan adalah The Hunt for Red October pada tahun 1990 dengan aktor Alec Baldwin, Tahun 1992 menyusul Patriot Games dengan aktor Harrison Ford. Tahun 1994 dilanjutkan dengan Clear and Present Danger dengan aktor Harrison Ford juga. Kemudian pada tahun 2002 dibuat film The Sum of All Fears dengan aktor Ben Affleck.
Setelah dua belas tahun kemudian barulah dibuat film kelima ini dengan bintangnya adalah Chris Pine. Namun demikian, film kelima ini tidak diadaptasi dari novelnya karena tidak ada novelnya yang berjudul sama atau yang memiliki cerita sama, melainkan hanya berdasarkan karakter tokohnya saja. Sayangnya sebelum rilis film ini, sang pengarang novelnya meninggal dunia pada 1 October 2013.
Film ini berkisah mengenai awal mula Jack Ryan (Chris Pine) direkrut oleh Harper (Kevin Costner) untuk menjadi agen rahasia CIA (Central Intelligence Agency). Ia menjadi seorang marinir dan saat menjalankan tugas terbang dengan helikopter tiba-tiba ditembak oleh musuh. Dalam keadaan luka parah dan tulang belakang yang cedera ternyata ia mampu menolong dua rekannya keluar dari helikopter.
Saat menjalani perawatan dan terapi, Jack berkenalan dengan seorang calon dokter yang cantik bernama Cathy (Kiera Knightley). Pepatah Jawa mengatakan Witing tresno jalaran soko kulino yang berarti cinta tumbuh karena sering bertemu, demikianlah yang terjadi antara Jack dan Cathy. Disaat yang sama Harper sedang memantau kondisi Jack dan pada saat yang tepat menawari Jack untuk menjadi agen CIA. Jack harus meneruskan kuliahnya seperti biasa dan setelah lulus bekerja secara normal sebagai seorang analis keuangan. Mudah dan gampang namun yang bikin susah adalah tidak boleh ada orang yang tahu, siapapun itu baik orang tua maupun istrinya sendiri.
Akhirnya Jack bekerja sebagai analis keuangan perusahaan tradingdi Wall Street. Kondisi saat itu sedang terjadi ketegangan antara Amerika dan Rusia terutama soal pembangunan pipa minyak. Ditengah kericuhan politik ditengarai akan terjadi kericuhan ekonomi. Jack menganalisa ada yang aneh dengan kondisi nilai dolar yang naik padahal seharusnya justru nilainya turun. Setelah dilakukan pengecekan ternyata ada transaksi pembelian besar-besaran di bursa saham Wall Street dari perusahaan Rusia yang bernama Cherevin Group yang dimiliki oleh Cerevin (Kenneth Branagh). Anehnya rekening bank milik perusahaan tersebut disembunyikan dan tidak bisa diakses.
Jack melaporkan temuannya itu kepada Harper melalui perantara disebuah bioskop yang sedang memutar film kuno berjudul Sorry, Wrong Number. Sialnya, Cathy yang sekarang berpacaran dengannya menemukan sobekan tiket bioskop tersebut dan curiga bahwa Jack selingkuh. Hal ini mengakibatkan Cathy menjadi ngambek.
Harper mengirim Jack ke Rusia untuk menyelidiki Cherevin dengan alasan melakukan audit rutin. Dia dijemput oleh seorang pengawal dan sekaligus sopir yang merupakan orang suruhan Cherevin. Tak disangka sesampainya di kamar hotel, pengawal tersebut ingin membunuh Jack. Tentu saja Jack melakukan perlawanan dan akhirnya pengawal tersebut yang tewas. Jack merasa ketakutan dan galau karena baru pertama kalinya membunuh orang.
Jack menghubungi kontak darurat atasannya dan dijawab agar tenang dan menuju ke taman untuk bertemu seseorang. Ternyata orang yang ditemui adalah Harper sendiri. Jack menceritakan hasil temuannya bahwa nantinya Amerika akan mengalami krisis ekonomi dan selanjutnya akan terjadi huru-hara tetapi sebelum itu akan ada serangan bom sebagai pemicunya. Jack kembali ke kamar hotel namun keadaannya sudah berubah, kamar menjadi rapi kembali padahal sebelumnya sudah hancur berantakan karena perkelahian.
Keesokan harinya Jack mengunjungi Cherevin di gedung yang memiliki tingkat keamanan yang tinggi. Harus ada kartu akses masuk, harus ditemani oleh orang dalam, harus melakukan scanning wajah dan petugas keamanan serta ada kamera pengawas dll. Kedatangan Jack disambut dengan perang urat syaraf oleh Cherevin. Jack gagal melakukan audit karena Cherevin sudah menjual semua saham-sahamnya pada sehari sebelumnya. Untuk itu Jack mengundang makan malam sebagai permintaan maafnya di restoran depan kantor Cherevin. Tapi Cherevin menolak justru ia yang akan mengundang makan malam bersama dengan Cathy.
Tak disangka bahwa Cathy menyusul ke Rusia dan datang ke hotel karena rasa cemburunya yang mengira Jack selingkuh. Hal ini membuat Jack semakin kuatir akan keselamatan Cathy. Terpaksa Jack mengaku bahwa dia sebenarnya adalah agen CIA. Jack berunding dengan Harper apakah perlu Cathy untuk ikut undangan makan malam, akhirnya disepakati bahwa Cathy ikut.
Jack dan Harper serta tim ikut membantu pada saat makan malam bersama Cherevin. Jack pura-pura mabuk dan keluar dari restoran untuk menyusup ke kantor Cherevin. Kartu akses berhasil dicuri, petugas keamanan berhasil dikelabui, password bisa dijebol. Sementara itu Cathy mengobrol untuk mengalihkan perhatian. Jack harus mengejar waktu yang hanya sebentar karena kepala keamanan Lemkov mengetahui adanya penyusupan dan balik ke kantor. Disaat yang kritis Jack berhasil mengakses komputer dan mengcopinya ke flashdisk. Dibantu oleh harper dan tim, akhirnya Jack berhasil lolos. Cherevin mengetahui penyusupan itu dan berusaha menyandera Cathy namun Jack berhasil meyakinkan bahwa bukan dia pelakunya. Akhirnya Jack dan Cathy berhasil pergi namun anak buah Cherevin membuntutinya.
Jack, Cathy dan Harper menuju tempat save house yaitu markas persembunyian untuk mengirim data flashdisk ke Langley. Tiba-tiba anak buah Cherevin menyerang tempat tersebut dan berhasil membawa lari Cathy. Tentu saja hal ini membuat Jack menjadi emosi. Jack mengejar mobil itu dan terjadi kebut-kebutan di jalan raya.
Cathy dipertemukan dengan Cherevin di dalam mobil dan mengancam Jack akan melukai dan membunuh Cathy bila tidak menyerahkan flashdisk. Jack tidak menyerah begitu saja dan dengan sepotong pipa menghantamkannya ke sopir yang membawa Cathy didalamnya sehingga mobilnya berhenti. Jack berhasil menolong Cathy.
Permasalahan belumlah selesai karena teror ledakan bom sebagai pemicu krisis belum ditemukan. Jack menyelidiki anak Cherevin yang bernama Aleksander yang diberitakan telah tewas akibat kecelakaan. Namun sebenarnya masih hidup dan tinggal di Amerika. Aleksander membawa mobil yang dicat mirip mobil polisi dengan isi muatan bom yang akan diledakkan di Wall Street melalui bawah tanah. Jack berhasil mengidentifikasi mobil tersebut dan mengejarnya sehingga terjadi perkelahian. Bom sudah disetting counternya dan Jack berusaha mengamankannya. Namun waktu sudah tidak terkejar dan Jack memutuskan untuk membawa mobilnya ditengah sungai agar ledakan tidak berakibat fatal.
Chris Pine bermain dengan cemerlang karena sosok wajahnya yang memang terlihat innocence alias tak bersalah. Dia dapat tampil dengan wajah yang gembira dan romantis. Dia mampu membuat ekspresi wajah yang marah dan emosional sampai terlihat urat nadi dilehernya dan memerah. Wajah yang galau dan bingung juga mampu dimainkannya dengan baik. Kiera Knightley bermain biasa saja dengan mengandalkan kecantikannya. Kenneth Branagh bermain lumayan sebagai seorang antagonis dan sekaligus merangkap sebagai sutradara. Kevin Costner juga bermain lumayan walaupun tidak banyak muncul.
Kekurangan dari film ini adalah Jack yang terluka parah diwajahnya pada saat helikopternya tertembak tak terlihat bekas lukanya sama sekali saat menjalani perawatan dan terapi. Beberapa kali Harper memanggil Jack dengan sebutan John, seharusnya kesalahan ini tidak perlu terjadi. Penggantian dan perbaikan perabot kamar hotel yang rusak tidak mungkin dilakukan dalam satu atau dua jam sehingga ceritanya seperti menggampangkan saja.
Film ini cukup menghibur sebagai film spionase ala mission imposible atau 007 dengan unsur musik yang cukup baik menyertai ketegangan setiap adegan.
Shanaz
Januari 19, 2014
New Google SEO
Bandung, IndonesiaHours
--------Berita mengenai kematian Paul Walker pada akhir bulan November 2013 tentu mengagetkan semua penggemar film. Bintang yang masih muda, tampan dan kaya serta terkenal yang baru saja merilis filmnya Fast and Furious 6 dan meledak di pasaran, tentu saja membuat para fansnya merasa shock. Nah untuk mengobati rasa kangen terhadap penampilannya tentu bisa diwujudkan dengan menonton film ini. Paul Walker bermain mayoritas sendirian hampir di sepanjang filmnya sehingga dapat memuaskan penggemarnya.
Nolan (Paul Walker) mengantar dan menunggu istrinya yang sedang melahirkan di sebuah rumah sakit. Sayangnya, istrinya meninggal saat melahirkan secara prematur sedangkan bayinya selamat namun sang bayi harus dibantu pernapasannya dengan alat yang bernama ventilator.
Pada saat yang sama badai Katrina sedang melanda kota New Orleans sehingga mengakibatkan banjir dimana-mana termasuk juga rumah sakit yang dihuni Nolan dan bayinya. Para pasien, perawat dan dokter dievakuasi di tempat lain tetapi tidak dengan Nolan dan bayinya karena ada mis komunikasi. Nolan bertahan menjaga sang bayi padahal semua orang sudah pergi.
Listrik yang padam membuat kalang kabut Nolan karena ventilator membutuhkan pasokan listrik agar bisa bekerja dan baterai yang ada hanya mampu memberikan tambahan waktu selama 3 menit. Untunglah Nolan menemukan generator manual yang harus diputar dengan tangan untuk mengisi baterai ventilator. Namun baterai tidak berfungsi dengan baik sehingga setiap diisi dengan generator maka umur baterai semakin berkurang dan lama-lama menjadi hanya 1,5 menit.
Menjadi tantangan tersendiri bagi Nolan untuk bisa menjaga pasokan listrik melalui generator tersebut. Tidak itu saja, tantangan juga datang dengan adanya anjing yang terdampar masuk kedalam rumah sakit. Tidak adanya bantuan dari radio atau helikopter pemerintah membuat Nolan semakin frustasi. Adanya penjarah yang ingin merampok obat-obatan juga menjadikan tingkat stressnya memuncak.
Kelelahan selama hampir 2 hari tidak tidur dan menjaga ventilator tetap hidup membuat tingkat kesadaran yang mulai lemah. Apalagi ventilator sudah tidak berfungsi dan napas buatan dari mulut ke mulut pun dilakukan. Di saat-saat terakhir ternyata keajaiban muncul, sang bayi akhirnya bisa menangis dan bernapas sendiri.
Penampilan Paul Walker cukup lumayan dalam memerankan sosok orang yang galau, lelah dan pejuang penyelamat bayinya. Bermain seorang diri tanpa lawan main tentu menyulitkan namun Paul dapat mengatasinya dengan baik.
Alur cerita mengalir dengan sederhana dan sebenarnya bisa dibuat lebih mendramatisir seandainya sang penulis cerita mau menambahkan situasi konflik untuk memperkaya dramanya. Misalnya saja air banjir yang naik ke lantai 2 tempat sang bayi berada. Atau sang penjarah yang menyandera bayinya dll.
Secara umum film ini mampu membuat pesona dan rasa kangen terhadap Paul Walker terlampiaskan. Sebuah kesempatan untuk menatap wajah dan sosoknya setelah berita kematiannya. Selamat menonton.
Shanaz
Januari 06, 2014
New Google SEO
Bandung, Indonesia47 Ronin
-------------Sebuah kisah yang diambil dari sejarah Jepang pada jaman Edo sekitar tahun 1701 yang dipimpin oleh Shogun Tsunayoshi. Suatu hal yang menarik sehingga dibuat dalam bentuk novel, drama dan tayangan televisi serta film bioskop dengan versi dan cerita yang bisa berbeda. Ronin sendiri mempunyai arti seorang samurai yang tidak memiliki tuan. Prinsip hidupnya adalah kesetiaan dan pengabdian serta pengorbanan pada sang majikan.
Cerita dimulai dari seorang anak bernama Kay (Daniel Barber waktu kecil, Keanu Revees waktu besar) yang melarikan diri dari suatu tempat bernama hutan Tengku. Saking lelahnya maka pingsan di sungai kecil. Kay merupakan anak hasil perkawinan campuran dari ayah yang berasal dari Inggris dan Ibu dari Jepang sehingga dipanggil sebagai orang berdarah campuran.
Raja Asano pemimpin kerajaan Ako yang subur dan indah menemukan Kay dan membawanya serta memeliharanya. Walaupun tidak tinggal di dalam kerajaan, Kay cukup bahagia tinggal didalam gubuk sederhana. Diapun berkenalan dengan Mika, anak dari Raja Asano. Terjalinlah persahabatan dan percintaan di antara dua orang yang berbeda derajatnya. Sayangnya keberadaan Kay di antara para samurai tidak begitu diinginkan alias disepelekan. Tidak demikian dengan raja Asano sehingga menjadikannya sebagai pesuruh atau pencari jejak.
Suatu hari raja Asano berburu monster sejenis banteng dengan ekor yang bisa merusak hasil sihir seorang jahat dalam wujud seekor rubah yang berbola mata hijau dan satunya coklat. Hampir seluruh pasukan gagal menangkapnya dan samurai bernama Yasuno terancam jiwanya oleh sang monster. Untunglah ada Kay yang berhasil menyelamatkannya dan membunuh sang monster dengan pedang milik Yasuno. Tidak ada ucapan terima kasih malah menghina Kay yang berdarah campuran. Kay justru bersikap bijak dengan mengembalikan pedang milik Yasuno. Raja Asano dan pasukannya melihat seolah-olah Yasuno yang berhasil membunuh monster namun Oishi (Hiroyuki Sanada) melihat justru tangan Kay yang belepotan darah monster.
Yasuno ditunjuk untuk mewakili kerajaan Asano melawan kerajaan lain yang dipimpin oleh Kira dalam sebuah pertarungan tahunan yang dipimpin oleh Shogun Tsunayoshi. Kira dari awal sudah mempunyai niat jahat untuk menguasai kerajaan Asano. Kira dibantu oleh seorang penyihir wanita berbola mata hijau dan coklat yang meracun Yasuno sehingga tidak bisa tampil dipanggung. Atas kejadian itu, Kay meminta Chikara yang merupakan anak dari Oishi untuk memanggil ayahnya namun waktu sudah tidak keburu lagi sehingga Kay memutuskan untuk menggantikan Yasuno dengan menggunakan topeng.
Pertarungan dimulai antara samurai bertopeng tinggi besar melawan Kay. Suatu saat topeng Kay terlepas dan terungkaplah bukan Yasuno yang bertarung melainkan Kay yang berdarah campuran sehingga dianggap sebagai pelanggaran oleh Shogun Tsunayoshi. Kay ditangkap dan dihukum pentungan. Raja Asano merasa malu dan kecewa atas peristiwa itu sehingga mengurung diri di dalam kamar. Malam harinya penyihir meracuni Raja Asano yang sedang tidur di kamar melalui monster laba-laba yang dikirim.
Raja Asano berhalusinasi karena terkena sihir dan melihat putrinya, Mika diperkosa oleh Kira sehingga mengambil pedang untuk melukai Kira. Disaat yang sama semua orang melihatnya menghunus pedang dan Kira berpura-pura sebagai korban sehingga dilakukan hukuman Seppuku. Seppuku adalah hukuman bunuh diri dengan pedang secara terhormat. Selain itu Mika diharuskan kawin dengan Kira dalam waktu satu tahun kemudian. Oishi yang merupakan jenderal dan tangan kanan raja Asano dikurung dalam sumur dalam waktu satu tahun juga sedangkan pasukannya dibubarkan dan hidup berpencar.
Setahun sudah berlalu dan Oishi dibebaskan demikian juga Mika dan Kira akan melangsungkan perkawinannya. Oishi mengumpulkan mantan pasukannya dan memimpinnya untuk balas dendam dan hal pertama yang dilakukannya adalah mencari Kay. Ternyata Kay sudah dijual sebagai budak di pulau Belanda. Oishi memberitahu Kay bahwa waktunya sangat sedikit untuk menyelamatkan Mika dan membalas dendam atas kematian tuannya.
Orang-orang sudah dikumpulkan tetapi masih dibutuhkan pedang untuk bertarung sedangkan desa penghasil pedang sudah dibumi hanguskan oleh pasukan Kira. Kay mengusulkan untuk pergi ke hutan Tengku, tempat Kay belajar bertarung waktu kecil. Namun untuk mendapatkan pedang maka tergantung dari niat Oishi melalui tes dan berhasil.
Serangan kepada Kira dilakukan pada saat pergi ke suatu tempat namun ini hanya jebakan yang dilakukan oleh penyihir wanita. Banyak korban yang terjadi pada pasukan Oishi, termasuk Oishi dan Kay dianggap sudah tewas dalam pertarungan itu, Tak menunggu lama, serangan kedua dilakukan pada acara hiburan persiapan perkawinan Kira dan Mika. Untunglah ada kelompok hiburan tari yang diundang untuk mengisi acara tersebut bersedia membantu untuk menyusupkan Kay, Oishi serta pasukan yang berjumlah 47 orang (termasuk Oishi).
Kira berhasil dibunuh oleh Oishi dengan memenggal kepalanya sedangkan penyihir wanita dapat dibunuh oleh Kay. Penyihir bisa merubah wujud menjadi seeokor naga besar yang panjang dan wujud naga ini mengikuti versi asia yang mirip ular bukan versi barat dimana naga mempunyai sayap.
Shogun Tsunayoshi menghukum Oishi dan Kay serta pasukannya dengan cara Seppuku. Chikara diampuni agar garis keturunan Oishi tidak musnah. Jadi ada 47 orang (termasuk Kay) yang melakukan bunuh diri.
Film ini menarik karena sebagian besar para pemainnya adalah orang Jepang namun bahasa yang digunakan adalah bahasa Inggris. Terlepas film ini sesuai atau tidak dengan aslinya maka patut diapresiasi hasilnya yang benar-benar made in Hollywood bukan seperti biasanya film Jepang. Pemandangan alam yang indah dan menarik berlokasi syuting di Hongaria dan Inggris menambah rasa kagum.
Keanu Revees bermain dengan baik termasuk dalam adegan berkelahi dengan pedang samurai. Hiroyuki Sanada bermain dengan cemerlang yang menunjukkan raut muka seorang petarung yang penuh dendam. Ko Shibasaki terlihat cantik dan mampu mengekspresikan kesedihan dengan baik. Rinko Kikuchi dapat bermain dengan semestinya sebagai seorang tokoh jahat.
Spesial efeknya juga bagus dengan menampilkan monster-monster yang mirip dengan aslinya. Gerakan yang halus dan nyata seolah-olah bukan buatan komputer. Gerakan dan kelebatan penyihir juga ditampilkan dengan baik. Lumayan menghibur di kala menjelang hari raya Natal dan tahun baru. Oh ya, setiap tanggal 14 Desember banyak turis yang mengunjungi makam ke-47 Ronin ini karena dirayakan secara khusus di Jepang.
Nama-nama untuk ke-47 Ronin adalah Oishi Kuranosuke, Oishi Chikara, Hara, Kataoka, Horibe Yahe, Horibe Yasube, Yoshida Chuzaemon, Yoshida Sawaemon, Chikamatsu, Mase Kyudayu, Mase Magokuro, Akabane, ushioda, Tominomori, Fuwa, Okano, Onodera Junai, Onodera Sawaemon, Kimura, Okuda Magodayu, Okuda Sadaemon, Hayami, Yada, Oishi Sezaemon, isogai, Hazama Kihei, Hazama Jujiro, Hazama Shinrokuro, Nakamura, Senba, Sugaya, Muramatsu Kihe, Muramatsu Sandayu, Kurahashi, Okajima, Otaka, Yato, Katsuta, Takebayashi, Maebara, Kaiga, Sugino, Kanzaki, Mimura, Yokogawa, Kayano, Terasaka.
Shanaz
Desember 22, 2013
New Google SEO
Bandung, IndonesiaThe Hobbit 2 : The Desolation of Smaug
--------------------------------------------------Sebuah film yang merupakan pre saga sequence yang berarti sebuah rangkaian kisah yang menceritakan asal mula sebelumnya suatu rangkaian kisah lainnya yang sudah pernah difilmkan. Anda pasti masih ingat dengan trilogy film The Lord Of The Rings yang terdiri dari rangkaian tiga buah film yaitu The Fellowship Of The Ring (tahun 2001), The Two Towers (tahun 2002) dan The Return Of The King (tahun 2003). Semuanya disutradarai oleh Peter Jackson yang mengadaptasinya dari novel yang berjudul sama hasil karya J.R.R. Tolkien.
Masih dengan sutradara yang sama dan mengadaptasi dari pengarang yang sama pula maka dibuatlah film berjudul The Hobbit berdasarkan novel berjudul sama dan dibuat pada tahun 1937. The Hobbit dibuat dengan model trilogy yang terdiri dari tiga film yaitu An Unexpected Journey, The Desolation of Smaug dan There And Back Again. Sebenarnya bukunya sendiri hanya satu buah saja, berbeda dengan The Lord of The Rings yang bukunya memang ada tiga buah.
Masih dengan sutradara yang sama dan mengadaptasi dari pengarang yang sama pula maka dibuatlah film berjudul The Hobbit berdasarkan novel berjudul sama dan dibuat pada tahun 1937. The Hobbit dibuat dengan model trilogy yang terdiri dari tiga film yaitu An Unexpected Journey, The Desolation of Smaug dan There And Back Again. Sebenarnya bukunya sendiri hanya satu buah saja, berbeda dengan The Lord of The Rings yang bukunya memang ada tiga buah.
An Unexpected Journey yang sudah dirilis pada tahun 2012 menuai sukses besar di seluruh dunia. Dari segi kualitas berhasil memperoleh 9 penghargaan dan 50 nominasi dari berbagai ajang award. Dari sisi pemasukan menduduki peringkat ke-5 pada tahun 2012 dengan nilai $303 juta atau sekitar 3,3 triliun rupiah. The Desolation of Smaug sendiri yang mulai ditayangkan diseluruh dunia pada 13 Desember 2013 dalam waktu satu hari saja mencapai $84 juta atau sekitar 924 miliar rupiah.
Film ini dibuka dengan pertemuan antara Thorin (Richard Armitage) dan Gandalf (Ian McKellen) di sebuah tempat untuk makan di desa Bree. Gandalf memprovokasi untuk merebut kembali kerajaan Erebor yang telah musnah dan dikuasasi oleh seekor naga bernama Smaug yang bisa bicara. Tiba-tiba cerita melompat setahun kemudian yaitu Thorin bersama dengan 13 kurcaci dan Bilbo (Martin Freeman) yang sedang diburu oleh bangsa Orc.
Thorin dan kawan-kawan diburu oleh pasukan Orc yang kali ini dipimpin oleh Bolg, anak dari Azog. Mereka bersembunyi di rumah Beorn, seorang manusia yang bisa berubah wujud menjadi beruang. Sayangnya sosok baru ini kurang ditampilkan maksimal seharusnya ditampilkan pertarungan Beorn dengan Orc untuk lebih memperjelas karakternya.
Perjalanan menuju gunung Erebor dipersulit oleh serangan laba-laba raksasa dan akhirnya ditangkap oleh bangsa peri yang dipimpin oleh Thranduil. Kisah asmara antara peri wanita berkasta rendah bernama Tauriel (Evangeline Lily) dengan Kili (Aidan Turner) dari bangsa Kurcaci membuat cerita menjadi sedikit romantis mengingat Legolas (Orlando Bloom) yang merupakan anak dari Thranduil juga mencintainya.
Bilbo berhasil mencuri kunci penjara dan membebaskan kawan-kawannya. Mereka berhasil kabur dengan menggunakan tong-tong melalui sungai namun Kili terkena panah yang beracun. Pada saat yang sama pasukan Orc menyerang kerajaan peri untuk memburu Thorin dan kawan-kawan. Legolas dan Tauriel berhasil membunuh pasukan Orc. Thranduil menyuruh untuk menutup kerajaan agar tidak ada yang keluar atau yang masuk sehingga terhindar dari serangan pasukan Orc. Rupanya dia menginginkan selamat sendiri. Tetapi Tauriel tidak sependapat dengannya dengan alasan sebagai bagian dari dunia maka harus dilakukan perlawanan terhadap pasukan Orc. Untuk itu Tauriel melarikan diri dan ingin membantu Thorin dan kawan-kawan terpaksa Legolas juga ikut dengan kekasihnya tersebut.
Thorin dan kawan-kawan bertemu dengan Bard (Luke Evans) seorang tukang perahu yang merupakan cucu dari penguasa kota Dale, kota yang sudah dihancurkan oleh sang naga Smaug. Bard dibayar untuk membawanya ke kota danau yang dekat dengan gunung Erebor. Namun mereka tertangkap oleh penguasa kota danau saat hendak mencuri senjata. Di saat yang sama Bard menyelidiki tentang siapa sebenarnya Thorin dan terungkaplah jati diri pewaris kerajaan Erebor tersebut. Namun sesuai dengan ramalan yang ada Bard mengingatkan akan terjadi kehancuran kota danau oleh sang naga Smaug.
Thorin yang ditangkap bernegosiasi dengan penguasa kota danau agar dilepaskan untuk pergi menuju gunung Erebor dengan imbalan akan diberikan harta karun emas dan disetujui. Kili yang terluka dan beberapa kurcaci tidak ikut pergi. Pasukan Orc datang ke kota danau dan untunglah Tauriel dan Legolas menolong mereka. Tauriel sekaligus mengobati Kili yang terkena panah beracun padahal Legolas mengajaknya pergi.
Thorin nyaris putus asa karena menganggap kode yang diberikan untuk mengetahui posisi kunci pintu tidak ditemukan. Namun Bilbo berhasil memecahkan misteri kode tersebut. Bukan pada saat matahari tenggelam melainkan pada saat bulan muncul. Bilbo masuk kedalam untuk mencari batu permata Arkenstone yang belum pernah dilihatnya. Dengan berbekal cincin yang bisa membuatnya menghilang tentu akan membantu berhadapan dengan sang naga Smaug. Rupanya sang naga juga memberikan hasutan-hasutan kepada Bilbo agar goyah pendiriannya dan tidak mempercayai Thorin.
Thorin dan kawan-kawan menyusul masuk ke dalam karena sudah lama menunggu. Lalu Bilbo, Thorin dan kawan-kawan berjuang untuk membunuh sang naga. Berbagai upaya dilakukan namun sang naga tetap kuat dan perkasa. Rendaman emas yang melehpun tidak bisa melukai tubuhnya. Pada akhirnya sang naga keluar dari gunung untuk membalas dendam dan sasaran utamanya adalah kota danau. Penonton masih dibuat penasaran dengan endingfilm ini dan bisa menontonnya pada seri ketiga nanti.
Film dibuka dengan agak sedikit membingungkan sepertinya ada cerita yang terputus sehingga penonton agak memutar memorinya menuju seri pertama untuk mencari korelasinya. Akhir dari seri pertama adalah Thorin dan kawan-kawannya diselamatkan oleh burung garuda raksasa dibawa ke tempat yang aman dan jauh.Sehingga transisi antara film pertama dan film kedua gagal dan terkesan tidak nyambung secara baik pada tayangan awalnya.
Dibandingkan dengan film seri pertamanya maka film pertamanya lebih bagus dan lebih baik. Film keduanya ini kurang memiliki greget untuk membangun suasana mencapai sebuah tujuan. Tidak ada yang istimewa dan tidak punya inovasi baru yang ditampilkan disini. Sosok naga yang pada seri pertama seolah-olah disembunyikan dan dirahasiakan penampilannya membuat penulis menebak bahwa akan ada hal baru dalam tampilannya namun hal itu salah besar. Sosok naga muncul seperti halnya naga-naga dalam film lain.
Iringan musiknya ada yang kurang pas sehingga cukup mengganggu pada saat terjadi dialog para pemainnya. Dialog cukup banyak terjadi di awal film sehingga membuat bosan penonton, seharusnya action atau unsur komedinya ada untuk menghilangkan kebosanan itu.
Spesial efeknya biasa saja dan pertarungan serta perkelahiannya juga standard padahal seharusnya sebagai film kelima (termasuk Lord of the Rings) standardnya makin lebih tinggi lagi dari yang sebelumnya. Secara keseluruhan film ini kurang baik dan kurang ok serta kurang menunjukkan kelasnya. Film dengan durasi yang panjang yaitu kurang lebih 2 jam 40 menit seolah-olah tidak memberikan nilai tambah bagi penonton.
Yang cukup menarik adalah peran dari Evangeline Lilly walaupun sedikit munculnya tapi mampu membuat cerita lebih hidup. Demikian juga Luke Evans yang muncul hanya sebentar tetapi bisa memberikan warna dalam meningkatkan dramatisasi cerita.
Shanaz
Desember 14, 2013
New Google SEO
Bandung, IndonesiaThe Hunger Games 2 (Catching Fire)
----------------------------------------------Film ini merupakan kelanjutan dari film berjudul The Hunger Games yang dirilis pada tahun 2012. Cerita diambil dari novel kedua dengan judul yang sama karya pengarang kelahiran Amerika, Suzzane Collins yang dirilis pada tahun 2009. Masih dibintangi oleh pemeran yang sama yaitu Jennifer Lawrence sebagai Katniss Everdeen dan Josh Hutcherson sebagai Peeta Mellark. Film ini mampu meraih penghasilan di seluruh dunia sampai 6 Desember 2013 sebesar 673 juta dollar alias 7,4 triliun rupiah. Di Amerika pada bulan November menduduki peringkat pertama box office.
Setelah memenangkan pertandingan hunger games ke-74 maka Katniss dan Peeta mengikuti tour pemenang. Perjalanan tour ini dilakukan dari distrik 1 sampai distrik 12 dengan memberikan pidato yang sudah direncanakan oleh Presiden Snow (Donald Sutherland). Pada pidato pertamanya mereka berdua sempat membangkang dengan berpidato secara spontan tidak sesuai teks yang dipersiapkan namun dampaknya cukup membuat mereka tertekan.
Katniss sering mengalami mimpi buruk teringat dengan pembunuhan yang dilakukannya untuk menjadi seorang pemenang padahal hati nuraninya menolak itu semua. Terlebih lagi Presiden Snow mengancamnya atas keselamatan dirinya dan keluarganya serta kekasihnya, Gale. Presiden Snow menginginkan Katniss dan Peeta menjadi contoh model bagi semua distrik agar tunduk kepada negara Capitol yang dipimpinnya. Sekaligus ingin menunjukkan bahwa mereka berdua adalah pro dengan negara Capitol. Bahkan dia menginginkan kemesraan mereka berdua ditunjukkan kepada seluruh penduduk. Sehingga mau tidak mau mereka berakting sebagai pasangan kekasih dan bahkan melakukan pertunangan.
Rupa-rupanya kemenangan Katniss dan Peeta memberi inspirasi bagi penduduk setiap distrik untuk melakukan pemberontakan terhadap Capitol, suatu hal yang dikuatirkan oleh Presiden Snow. Untuk itu dia bekerja sama dengan Heavensbee (Philip Seymour Hoffman) yang merupakan pembuat permainan Hunger Games untuk membunuh Katniss dan Peeta melalui permainan game yang bernama Quarter Quell yang merupakan pertandingan Hunger Games ke-75. Quarter Quell merupakan pertandingan setiap 25 tahun sekali dimana pesertanya diambil dari pemenang-pemenang sebelumnya. Hal ini yang membuat mereka tersadar bahwa kemenangan yang diraih melalui Hunger Games ke-74 bukanlah berarti hidup akan enak dan aman serta nyaman. Melainkan penderitaan yang tidak ada akhirnya.
Haymitch (Woody Harrelson) kembali menjadi mentor yang membantu mereka berdua dalam mengatur strategi ditambah juga Cinna (Lenny Kravitz) yang membuat design pakaiannya. Sebenarnya yang terpilih menjadi peserta dari distrik 12 adalah Katniss dan Haymitch tetapi Peeta menggantikannya. Pertandingan dimulai dengan 12 pasang peserta dari 12 distrik dengan keahliannya masing-masing.
Katniss dan Peeta berkolaborasi dengan Finnick dan Mags juga Beetee dan Johanna melawan musuh-musuhnya. Namun diperparah dengan kondisi alam itu sendiri. Tidak ada air bersih sehingga mengalami dehidrasi. Serangan monyet liar yang buas. Munculnya kabut yang beracun dan bila kena kulit akan melepuh. Banjir bandang yang memporak-porandakan hutan.
Beetee mempunyai rencana yaitu memasang kawat di pohon yang sering terkena petir sampai ke pantai sehingga pada saat petir menyambar pohon maka semua orang yang berdiri ditanah akan terkena strom petir. Disaat itu tim kolaborasi mengamankan diri dengan naik pohon. Disepakati bahwa Katniss dan Johanna memasang kawat menuju pantai, sedangkan Peeta dan Finnick melindungi Beetee yang memasang kawat di pohon. Katniss sempat kuatir dan curiga jangan-jangan hal ini hanya tipu muslihat saja untuk saling membunuh. Sayangnya pada saat Katniss dan Johanna mengulur kawat menuju pantai tiba-tiba datang lawan yang memutus kawat tersebut. Dan yang tak diduga lagi ternyata Johanna menghianati dengan memukul dan melukai Katniss. Dengan luka-lukanya dia berusaha mencari Peeta dengan kembali ke tempat awal.
Sayangnya Peeta sudah tidak ada dan Beetee tidak terlihat, yang diketemukan hanya Finnick. Katniss siap-siap memanahnya karena menganggapnya sebagai pengkhianat. Finnick mengatakan bahwa ingatlah akan musuh yang sebenarnya. Katnisspun tersadar bahwa ucapan itu adalah kalimat yang sama yang diucapkan oleh Haymitch yang berarti Finnick adalah seorang kawan. Disaat yang sama petir sudah menandakan akan menyambar pohon. Dengan cepat Katniss memutuskan untuk menyambung kawat dengan anak panahnya dan membidiknya kearah angkasa yang merupakan kubah buatan. Akhirnya petirpun menyambar pohon dan melalui kawat mengalir listrik ke kubah buatan sehingga merusak dan meledakkan kubah sekaligus membuat sistim di Capitol rusak. Presiden Snow tidak bisa melihat tayangan tv karena sistim dan kamera-kamera tidak berfungsi.
Katniss terbangun dari pingsannya dan melihat Haymitch, Finnick dan Heavensbee sedang berunding. Katniss marah kepada Haymitch yang dikira pengkhianat. Haymitch berusaha menjelaskannya bahwa semua ini dilakukan demi Katniss yang merupakan seorang tetapi dia tetap emosi sehingga harus dibius untuk menenangkannya. Dan ternyata ada Gale juga disana yang menceritakan bahwa Katniss dianggap tewas dalam permainan Quarter Quell. Setelah itu terjadi pemberontakan pada distrik-distrik yang ada termasuk distrik 12 tempat asal Katniss. Distrik 12 telah dihancurkan oleh Capitol dan untungnya Gale, ibu dan adik Katniss bisa diselamatkan.
Film ini terlalu banyak ngobrolnya terutama di awal hingga pertengahan film sehingga sedikit membosankan. Emosi dan greget setiap karakter kurang dibangun dengan maksimal padahal potensi cerita untuk itu ada. Karakter dan latar belakang peserta Quarter Quell kurang dijelaskan secara lengkap. Adegan pemberontakan tidak ditampilkan banyak sehingga kurang mendukung keterkaitan pemberontakan dengan sosok Katniss yang menginspirasinya. Adegan action dan perkelahian hanya ditampilkan sedikit sekali bahkan terkesan dipersingkat karena penonton tidak tahu kematiannya. Keterlibatan Heavensbee sebagai tangan kanan Presiden Snow yang membenci Katniss namun tiba-tiba menjadi pendukung Katniss, tidak dijelaskan sehingga cukup membingungkan bagi yang belum membaca novelnya. Poster yang ada mirip dengan seri pertama seharusnya bisa dibuat gambar yang lain yang lebih menarik.
Jennifer Lawrence dan Josh Hutcherson bermain lebih baik dari seri pertamanya namun tidak dalam kategori istimewa. Yang mencuri perhatian justru peran Elizabeth Banks sebagai Effie dan Sam Claflin sebagai Finnick yang bermain cukup baik.
Kostum dan tata rias yang dipakai para pemainnya masih menarik dan bagus. Dengan sentuhan spesial efek membuatnya makin glamour dan indah. Spesial efeknya sendiri sebenarnya sudah pernah ditampilkan dalam film lain misalnya konsep kubah yang mirip dalam film Cabin in the Wood.
Film ini masih bersambung lagi sesuai bukunya yang memiliki tiga seri dan buku terakhirnya berjudul Mockingjay. Penulis menebak bahwa buku ketiganya yang merupakan final dari trilogy ini akan dipecah menjadi dua bagian seperti film Harry Potter dan Twilight. Faktor ekonomi untuk meraih keuntungan sebesar-besarnya menjadi pendorong dibuatnya dua film lagi.
Shanaz
Desember 08, 2013
New Google SEO
Bandung, Indonesia













