---------------------------------------------
Film yang bercerita tentang superhero ini diambil dari cerita komik hasil karya dari Stan Lee dan Steve Ditko yang diterbitkan oleh Marvel. Di sutradarai oleh Marc Webb yang menghasilkan tontonan dengan durasi yang lama, kurang lebih 2 jam 22 menit. The amazing Spiderman 2 pernah dirilis pada tahun 2012 masih dengan bintang dan sutradara yang sama. Pendapatan kotor yang diterima di seluruh dunia adalah 754 juta dollar atau sekitar 8,2 Triliun rupiah.
Kisah dimulai ketika Richard Parker yang merupakan ayah dari Peter Parker atau Spiderman berusaha melarikan diri bersama istrinya. Richard adalah seorang ilmuwan yang bekerja di perusahaan Oscorp yang dipimpin dan dimiliki oleh Norman Osborn. Norman memiliki penyakit genetika dan belum ada obat untuk menyembuhkannya. Richard bekerja sama dengan Norman melakukan penelitian untuk dapat menemukan obat tersebut. Hasil penelitian sudah menunjukkan arah yang bagus, hanya saja belum diuji cobakan kepada manusia. Norman mengkhianati dengan menjual hasil penelitian tersebut sebagai senjata biologis kepada pihak militer asing. Namun Richard tidak setuju karena umat manusia akan menjadi korbannya. Untuk itu dia berusaha memusnahkan hasil penelitiannya dan berusaha kabur.
Sebelum pergi, dia menitipkan Peter yang masih anak-anak ke rumah Paman Ben dan Bibi May. Dalam pelariannya, Richard dan istrinya menggunakan pesawat terbang namun sayangnya sudah ada seorang pembunuh didalamnya. Tak bisa dihindari pertarungan terjadi di dalam pesawat terbang. Richard dan istrinya tewas karena pesawatnya jatuh sedangkan sang pembunuh juga tewas terhempas keluar pesawat. Disaat yang kritis dia berhasil mengirim data-data yang ditujukan kepada Roosevelt.
Peter Parker (Andrew Garfield) sedang galau dalam menjalin hubungannya dengan Gwen Stacey (Emma Stone). Dia mencintai Gwen namun tidak ingin suatu ketika musuh-musuhnya melukai Gwen. Apalagi sebelumnya Peter pernah berjanji pada ayah Gwen untuk menjaganya baik-baik. Demikian juga untuk mengungkap misteri tentang orang tuanya yang meninggalkan dirinya saat masih kecil.
Dalam wujudnya sebagai Spiderman maka ia muncul berjumpalitan di antara gedung-gedung tinggi setiap harinya. Membantu masyarakat yang membutuhkan pertolongan mulai dari anak kecil yang dibully teman-temannya, menolong orang yang terjebak dalam kebakaran, menolong kasir toko yang ditodong perampok sampai melawan penjahat yang ingin mencuri peledak uranium.
Norman yang sekarat memanggil anaknya yang bernama Harry Osborn yang selama ini sekolah dan tinggal di asrama. Ternyata Harry memiliki penyakit yang sama dengan ayahnya. Norman memberikan warisan suatu file data yang berisi proyek-proyek rahasia yang selama ini ditanganinya dengan harapan Harry bisa melanjutkan proyek-proyek tersebut agar dapat sembuh. Tak lama setelah itu Norman dikabarkan meninggal dunia.
Alih tahta perusahaan Oscorp ini rupa-rupanya tidak disukai oleh para pejabat lainnya. Sehingga diam-diam mereka selalu mengawasinya tak luput ketika Peter dan Harry berbincang-bincang biasa. Mereka berdua merupakan sahabat di waktu kecil.
Di saat yang sama, Max Dillon (Jamie Foxx) seorang pegawai Oscorp bidang kelistrikan yang sedang memperbaiki kerusakan mengalami kecelakaan. Max terkena sengatan listrik dan jatuh ke dalam inkubator yang berisi banyak belut listrik dan menggigitnya. Sehingga terjadi mutasi pada diri Max yang selanjutnya menyebut dirinya dengan Electro. Max yang sedang kebingungan akan apa yang terjadi pada dirinya muncul di keramaian. Dengan kondisinya yang sedang labil maka Spiderman berusaha membujuknya untuk tidak melukai orang banyak. Mengingat Max mengagumi Spiderman sebelumnya sehingga dapat menurunkan tensinya. Spiderman hampir berhasil merayu Electro, sayangnya ada polisi sniper yang menembak sehingga Electro kembali murka. Terjadi kekacauan yang tidak diinginkan dan untunglah Spiderman berhasil mengalahkan Electro dan memenjarakannya di tempat khusus.
Harry meminta tolong Peter untuk menemukan Spiderman karena darahnya dianggap dapat menyembuhkan penyakitnya. Peter tidak bersedia karena bisa saja darah itu justru akan membunuhnya. Dalam keadaan galau Harry dijebak dan ditangkap oleh Donald, kepala keamanannya sendiri. Harry diam-diam menemui Electro di penjara dan menawarinya kerja sama.
Harry kembali ke kantornya dan menemui Donald untuk menunjukkan sisa-sisa penelitian ayah Spiderman. Tubuhnya berhasil disuntik namun bereaksi dan berubah menjadi Green Goblin. Pada saat yang sama Electro membuat kekacauan dipusat pembangkit listrik. Tentu saja Spiderman tidak tinggal diam untuk melakukan perlawanan. Electro dapat diatasi namun muncul Green Goblin yang menginginkan darah Spiderman. Green Goblin bertambah emosi ketika tahu bahwa Gwen berada dilokasi itu dan tahu bahwa Spiderman adalah Peter Parker sendiri. Berarti Peter yang merupakan sahabatnya sendiri tidak mau menolongnya. Green Goblinpun membawa lari Gwen dan terjadi kejar-kejaran dengan Spiderman.
Green Goblin dapat dilumpuhkan namun sayang sekali Gwen menemui ajalnya. Spiderman menjadi galau kembali setelah kematian Gwen sampai beberapa bulan tidak menunjukkan batang hidungnya di masyarakat. Sampai akhirnya muncul musuh baru bernama Rhino maka Spidermanpun juga muncul untuk menyelamatkan masyarakat.
Penampilan Spiderman dalam menghadapi lawan-lawannya diselipi dengan melawak dan terkesan tidak serius. Di satu sisi sebagai Peter Parker tampak sekali kegalauan dan kesedihan yang ditahan. Sosok Spiderman ditampilkan dengan tubuh yang relatih kecil dan kurus berbeda halnya saat melihat tubuh Peter Parker yang cenderung tinggi dan sedikit atletis. Mungkin kebanyakan sosok Spiderman merupakan hasil olah gambar komputerisasi.
Aksi perkelahian dan pertarungan tampak biasa-biasa saja dan spesial efek yang ditampilkan juga standard dan sudah sering muncul di film lain. Unsur 3 Dimensi cukup membantu menjadikan film ini lebih baik namun sayangnya selalu dengan background yang kabur. Padahal 3 Dimensi tidak harus selalu dengan background kabur.
Andrew Garfield memerankan biasa-biasa saja dan tidak tampak nilai lebihnya, masih sama dengan seri pertamanya. Emma Stone memerankan karakternya biasa-biasa saja, tidak banyak yang bisa dieksplor dalam film ini. Yang menarik adalah Dane DeHaan yang mampu menunjukkan sosok lugu sekaligus misterius.
Green Goblin merupakan wujud monster dari Harry Osborn. Padahal dalam film Spiderman garapan Sam Raimi Green Goblin adalah penjelmaan Norman Osborn, ayah Harry. Sepertinya sang sutradara ingin membolak-balik cerita yang ada pada versi sebelumnya.
Kelemahan dalam film ini yaitu saat Gwen meninggal dunia tanpa adanya luka sama sekali. Gwen yang terjatuh dari ketinggian berhasil diselamatkan oleh Spiderman sebelum menyentuh tanah. Seharusnya Gwen selamat, kalaupun meninggal tentu dengan luka yang parah.
Sebagai petunjuk untuk seri ketiganya yaitu sosok orang misterius yang menemui Harry di penjara. Sosok ini juga yang muncul di seri pertama menemui Lizard. Siapakah dia? Masih belum jelas. Konon kabarnya yang menjadi musuh-musuh Spiderman berasal dari Oscorp semua, membosankan bukan? Konon kabarnya lagi, yang menjadi musuh berikutnya adalah Felicia yang merupakan asisten Harry dan menjadi Black Cat. Juga Smythe yang merupakan atasan Max Dillon akan menjadi Spider Slayer.
Son Of God
---------------
Sudah banyak film tentang Yesus Kristus hadir ditengah-tengah bioskop sebelumnya dengan judul mulai dari Jesus Of Nazareth sampai Passion Of The Christ. Pemerannya pun beraneka ragam mulai dari Robert Powell sampai Jim Caviezel. Yang terbaru untuk tahun 2014 adalah film berjudul Son Of God yang dibintangi oleh Diogo Morgado dengan sutradaranya adalah Christopher Spencer. Disarikan dari serial TV berjudul The Bible dimana pemainnya adalah Diogo Morgado juga dan salah satu sutradaranya adalah Christopher Spencer juga.
Film ini bercerita tentang kehidupan Yesus Kristus mulai dari kelahiran di tempat yang sederhana, pengajaran di atas bukit, penyaliban di bukit golgota dan kematian serta kebangkitanNYA sesuai dengan Alkitab.
Yesus mencari orang awam untuk dijadikannya murid seperti Petrus yang merupakan seorang penjala ikan akan dijadikan sebagai penjala manusia. Matius yang merupakan seorang pemungut cukai juga diajak Yesus untuk menjadi murid dan meninggalkan pekerjaannya.
Dalam perjalanan menuju kota Yerusalem Yesus melakukan banyak mukjizat. Yesus menyembuhkan orang lumpuh pada saat mengajar tentang benih. Yesus memberi makan lima ribu orang dengan mengubah dari asalnya lima roti dan dua ikan. Yesus membangkitkan Lazarus yang telah mati. Yesus berjalan diatas air.
Ajaran Yesus membuat para kaum Farisi menjadi tidak senang. Yesus menyelamatkan seorang pelacur dari hukum rajam atau dilempar batu. Yesus marah ketika Bait Allah yang merupakan tempat berdoa dijadikan tempat perdagangan. Yesus tetap menyuruh membayar pajak pada kaisar walaupun itu pertanyaan jebakan. Yesus mengajarkan untuk mengasihi orang lain seperti mengasihi diri sendiri.
Sayangnya Yudas mengkhianati Yesus dengan menerima imbalan dari imam besar Kayafas untuk memberitahukan persembunyian Yesus. Yesus ditangkap dan diadili secara tidak sah oleh imam besar Kayafas dan selanjutnya dihukum cambuk oleh Pontius Pilatus.
Kemudian Yesus disalibkan dengan memanggul sendiri batang kayu salib itu selama perjalanan walaupun sempat dibantu oleh Simon. Yesus disalibkan dan mati dan selanjutnya bangkit dari kubur. Yesus menampakkan dirinya kepada Maria Magdalena di dalam kuburan dan juga kepada murid-muridNYA ketika berkumpul melakukan perjamuan kudus.
Penonton akan disuguhi intrik politik yang terjadi pada saat itu antara gubernur Pontius Pilatus dan imam besar Kayafas. Pontius tidak ingin demonstrasi dan perlawanan rakyat terhadap kaisar Romawi akan menyebabkan kegagalannya sebagai seorang gubernur. Para pejabat kuatir bahwa Yesus mampu mengumpulkan banyak orang yang berpotensi untuk demonstrasi atau membuat perlawanan. Sedangkan Kayafas merasa terancam akan hadirnya Yesus yang dielu-elukan oleh masyarakat dan dipanggil dengan "Raja". Kayafas ingin membunuh Yesus tapi tidak dengan tangannya melainkan melimpahkannya kepada Pontius. Tetapi Pontius tidak kehilangan akal, sebagai seorang gubernur berhak membebaskan seorang tahanan pada saat hari raya Paskah. Maka Yesus disandingkan dengan Barnabas seorang penjahat untuk dipilih oleh rakyat, mana yang akan dibebaskan dan rakyat memilih Barnabas yang bebas.Film ini cukup panjang sekitar dua jam lebih namun terasa singkat karena menceritakan seluruh kehidupan Yesus. Jadi ceritanya tidak terlalu detil untuk masing-masing peristiwa. Berbeda halnya dengan film Passion Of The Christ yang mengambil cerita hanya momen ketika penyaliban Yesus sehingga ceritanya cukup detil. Penggambaran penyiksaan dan darah yang ada tidak sesadis dalam film Passion Of The Christ.
Diogo Morgado bermain dengan baik apalagi ditunjang oleh wajahnya yang tampan dan matanya yang teduh serta senyumnya yang menawan sehingga membuat karakter Yesus benar-benar pas. Penampilan Greg Hicks benar-benar pas sebagai Pontius Pilatus dengan sikapnya yang keras dan kasar.
Alunan musik pengiring cukup membuat penonton terharu dan terkesima. Pemandangan alam yang terpampang juga cukup indah dilihat. Hanya saja pada saat menampilkan kota Yerusalem dari atas, terlihat kabur dan sepertinya hasil dari komputer.
Sangat cocok ditonton oleh masyarakat Indonesia yang beragama Kristen karena menjelang hari raya Paskah di bulan April ini. Namun bagi non Kristen juga dapat menontonnya sebagai tambahan wawasan apalagi film ini tidak menggurui.
Shanaz April 20, 2014 New Google SEO Bandung, Indonesia
Captain America 2 : The Winter Soldier
------------------------------------------------Captain America 2 : The Winter Soldier merupakan adaptasi dari komik terbitan Marvel Comics atau Marvel Publishing Inc. Komiknya sendiri diterbitkan untuk pertama kalinya pada tahun 1941 dan dibuat oleh Joe Simon dan Jack Kirby. Film seri pertamanya berjudul Captain America : The First Avenger dirilis pada tahun 2011 dengan bintang yang sama yaitu Chris Evans.
Berbeda halnya dengan seri pertama yang berlatar belakang perang dunia kedua tahun empat puluhan maka seri keduanya ini mengambil setting pada era modern sekarang ini. Steve Rogers atau Captain America merupakan anggota SHIELD (Strategic Homeland Intervention Enforcement and Logistic Division) yang dipimpin oleh Nick Fury (Samuel L. Jackson).
Captain America mendapat tugas dari Fury untuk menyelamatkan sandera yang disekap dalam kapal laut milik SHIELD yang dibajak dan dibantu oleh agen wanita bernama Natasha Romanoff (Scarlett Johansson). Dalam proses penyelamatan sandera tersebut Captain America mencurigai Natasha yang mempunyai agenda sendiri yaitu mengcopy data dari komputer. Tugas telah berhasil diselesaikan dengan baik namun Captain America memprotes ke Fury mengapa tidak memberitahukannya mengenai agenda lain Natasha. Sebagai anggota tim maka perlu kerja sama dan transparansi. Dengan entengnya Fury menjawab bahwa tugas masing-masing agen adalah berbeda satu sama lain dan tidak perlu untuk memberitahukannya. Ingat jangan percaya pada siapapun.
Fury mencoba membuka flash disk yang didapat dari Natasha namun tidak berhasil karena password sudah diubah oleh “Fury” yang lain. Fury curiga ada yang berkhianat di dalam organisasi SHIELD sendiri. Untuk itu Fury meminta kepada atasannya, Pierce (Robert Redford) untuk menunda peluncuran tiga pesawat induk yang dilengkapi dengan persenjataan lengkap namun Pierce tidak setuju.
Dalam perjalanan pulang, Fury dikejar-kejar oleh polisi dan nyaris tewas oleh seseorang yang dikenal dengan sebutan Winter Soldier. Fury bersembunyi di rumah Captain America dan mengingatkan bahwa ada musuh dalam selimut pada organisasi SHIELD jadi jangan percaya kepada siapapun sambil memberikan flash disk. Sayangnya Fury ditembak oleh Winter Soldier dari balik jendela. Fury dilarikan ke rumah sakit namun nyawanya tidak bisa diselamatkan.
Ketika di rumah sakit, Captain America dipanggil oleh Pierce segera. Untungnya flash disk telah disembunyikan ke dalam mesin penjual makanan. Pierce menginterogasinya agar menceritakan segala sesuatu yang diketahuinya sebelum Fury tewas namun dijawab tidak tahu. Pada saat pulang didalam lift, Captain America berusaha dikeroyok oleh orang-orang SHIELD sendiri tetapi berhasil lolos.
Winter Soldier berusaha memburu Captain America sehingga terjadi perkelahian dan pertarungan diantara mereka. Suatu saat topeng yang digunakan terlepas dan tak disangka bahwa Winter Soldier adalah sahabat lamanya yang bernama Bucky (Sebastian Stan) yang meninggal jatuh ke dalam jurang. Sayangnya Bucky tidak mengenali lagi Captain America.
Tak disangka ternyata Fury masih hidup. Kematiannya hanyalah kedok agar mengetahui siapa lawan yang mengkhianatinya dan siapa kawan. Fury dan kawan-kawan berencana untuk menggagalkan peluncuran pesawat induk itu dan bila tidak bisa maka harus dihancurkan. agar tidak berada ditangan yang salah.
The Raid 2 : Berandal
--------------------------- Kesuksesan film The Raid : Redemption pada tahun 2012 membuat sang produser untuk membuat seri kelanjutannya. Meniru cara publikasi seri pertamanya dengan mengikuti berbagai ajang festival film di luar negeri namun sayangnya gagal mendapatkan penghargaan. Masih dengan sutradara yang sama dan pemain utama yang sama mencoba menampilkan cerita yang berbeda.
Shanaz
Maret 30, 2014
New Google SEO
Bandung, IndonesiaSetelah berhasil selamat dari pertarungan di markas gembong narkoba dalam seri pertama, Rama (Iko Uwais) ditawari Bunawar (Cok Simbara) untuk bergabung dengannya sebagai agen pasukan khusus. Bunawar menginginkan Rama untuk menyusup pada kelompok Bangun (Tio Pakusadewo) agar dapat mengumpulkan bukti-bukti adanya kerjasama antara mereka dan polisi-polisi korup. Sebenarnya Rama menolak karena Bunawar terlihat kejam dengan membunuh Wahyu.
Ketika kakaknya dibunuh oleh Bejo (Alex Abbad) maka Rama terpaksa menerima tawaran itu untuk menyamar masuk ke dalam penjara dengan harapan membalas dendam. Mengapa harus masuk penjara? Karena di dalam penjara ada Ucok (Arifin Putra) yang merupakan anak dari boss mafia Bangun. Bangun menguasai daerah-daerah di Jakarta dan mengenal Bejo sebagai kelompok kecil yang ingin eksis. Rama yang berganti nama menjadi Yuda bertujuan mendekati Ucok agar dapat dekat dengan sang ayah yaitu Bangun. Dengan begitu, dia dapat mencari informasi tentang Bejo yang telah membunuh kakaknya.
Yuda pada awalnya dimusuhi oleh Ucok karena berkelahi dengan anak buahnya. Ucok yang merasa menjadi boss di dalam penjara menawari Yuda untuk menjadi bagian dari kelompoknya tapi dia pura-pura menolaknya. Hingga suatu hari saat kondisi hujan di lapangan tiba-tiba Ucok diserang oleh anak buahnya sendiri. Kesempatan ini digunakan oleh Yuda untuk membantu Ucok. Perkelahian dan tawuran pun terjadi termasuk dengan para sipir di tengah lapangan yang berlumpur.
Dua tahun kemudian, Yuda bebas dari penjara dan dijemput oleh Ucok. Sebagai rasa terima kasihnya, dia dikenalkan dengan ayahnya dan diajak bergabung dengan kelompoknya. Selain kelompok Bangun sebenarnya ada kelompok Jepang yang dipimpin oleh Goto (Ken’ichi Endo) dan mempunyai kekuasaan di beberapa tempat. Mereka selama ini tidak pernah saling mengganggu satu sama lain.
Permasalahan mulai timbul ketika Ucok mulai menggugat ayahnya untuk melakukan regenerasi alias mengalihkan kekuasaannya pada dirinya. Ucok adalah seorang yang ambisius dan terobsesi akan jabatan kepala geng karena merasa dirinya sudah mampu mengemban jabatan itu. Diaturlah kerja sama dengan Bejo untuk mengkhianati sang ayah dengan imbalan Bejo akan mendapat daerah kekuasaan milik kelompok Jepang. Ucok makin bersemangat ketika Bejo memberikan hadiah yaitu ditangkapnya orang yang pernah akan membunuhnya saat di dalam penjara dulu.
Korban konspirasi tersebut yang pertama adalah Prakoso (Yayan Ruhian) yang merupakan sahabat Bangun sejak lama. Prakoso diundang Ucok untuk menemuinya di sebuah club dan saat ditinggal pergi ke toilet tiba-tiba kelompok Bejo datang dan membunuhnya. Korban selanjutnya adalah kelompok Jepang yang berada dalam kereta api dan dibunuh oleh Hammer Girl (Julie Estelle). Tak luput juga dari serangan yaitu Yuda yang berada dalam taxi.
Bangun sadar kalau ada yang mengadu domba antara kelompoknya dan kelompok Goto. Sempat didamaikan oleh seorang Big Boss dan Bangun bersedia untuk memberikan ganti rugi kepada Goto. Sepulangnya dari sana, Bangun menghajar Ucok karena sudah mencurigainya sejak awal. Tiba-tiba muncul Bejo dan kawanannya sehingga Ucok dengan tega membunuh ayahnya sendiri. Eka (Oka Antara) yang merupakan asisten bangun tertembak kakinya dan untunglah Yuda datang dan terjadilah perkelahian namun sayang Yuda kalah dan berhasil ditangkap sedangkan Eka dapat melarikan diri.
Pada saat perjalanan dengan mobil, Eka berusaha menyelamatkan Yuda sehingga terjadi kejar-kejaran mobil dan tembak-menembak. Yuda berhasil diselamatkan sedangkan Eka pergi karena tidak ingin ikut campur lebih lanjut.
Yuda mendatangi markas Bejo dan dihadang oleh Hammer Girl dan Basseball Bat Man namun kemenangan berada di tangan Yuda. Sementara itu di restoran sedang makan malam bersama Ucok, Bejo dan Reza yang merupakan kepala polisi untuk melakukan perundingan. Ucok yang sedang berada di toilet menemukan alat penyadap di dalam dompetnya yang dipasang oleh Yuda. Namun Ucok menganggap bila Bejo yang memasangnya.
Yuda berhasil masuk ke dalam restoran dan terjadi kekacauan. Reza berhasil terbunuh dan Bejo ditembak oleh Ucok sedangkan Yuda berhasil membunuh Ucok. Dan diakhir film, Yuda yang hendak keluar dari tempat tersebut tiba-tiba datang juga kelompok Jepang. Filmpun selesai. Konon kabarnya akan ada seri ketiga yang akan dirilis.
Sebagai film seri kedua maka film ini mempunyai beban yang berat untuk mendapatkan respon positif dari penonton. Kesuksesan seri pertama pasti akan menghantui seri berikutnya dan ekspektasi penonton tentu ingin lebih dari yang pertama. Sayangnya film kedua ini gagal memenuhi harapan itu. Skenario cerita dibuat terlalu melebar sehingga tidak fokus pada misi utamanya yaitu balas dendam pada Bejo, apalagi rentang waktu cerita sampai dua tahun lebih. Seharusnya sesuai dengan misi film ini maka Yuda lah yang membunuh Bejo sambil berkata "masih ingat dengan Andi, dia kakak saya" sambil membunuhnya. Berbeda halnya dengan seri pertama yang fokus pada misi penyerbuan di sebuah gedung dengan rentang waktu cerita beberapa jam saja.
The Raid 2 tidak menampilkan ketegangan dari awal sehingga tidak ada kejutan yang berarti bagi penonton seperti halnya seri pertamanya. Keteganganpun nyaris tidak ada kecuali suara musik yang menjadikannya tegang. Ritme ketegangan yang terjadi secara berkelanjautan dari awal sampai akhir pada seri pertama tidak terjadi pada seri kedua ini.
Sebagian besar adegan perkelahian dan pertarungan tampak kaku dan tidak menunjukkan nilai seninya kecuali pertarungan di dapur antara Yuda dan The Assassin. Masih banyak suara teriakan-teriakan dalam berkelahi yang seharusnya tidak perlu. Secara kualitas masih lebih bagus film silat mandarin atau film action mandarin pada umumnya.
Sayangnya tiga orang aktor Jepang yang dilibatkan dalam film ini tidak melakukan perkelahian atau pertarungan sama sekali padahal digadang-gadang sebelumnya oleh sang sutradara akan seru ala Yakuza. Penampilan Kenichi Endo patut diacungi jempol. Dengan tatapan matanya yang tajam dan raut wajah yang tegang namun diimbangi dengan penampilan yang kalem menunjukkan kepiawaiannya dalam berkarakter sebagai boss Yakuza.
Sayangnya tiga orang aktor Jepang yang dilibatkan dalam film ini tidak melakukan perkelahian atau pertarungan sama sekali padahal digadang-gadang sebelumnya oleh sang sutradara akan seru ala Yakuza. Penampilan Kenichi Endo patut diacungi jempol. Dengan tatapan matanya yang tajam dan raut wajah yang tegang namun diimbangi dengan penampilan yang kalem menunjukkan kepiawaiannya dalam berkarakter sebagai boss Yakuza.
Teknik pengambilan gambar dengan sistem hand carry camera yang membuat seolah-olah kamera mengikuti kita bergerak juga cukup mengganggu karena terlalu banyak digunakan. Seharusnya sang sutradara dapat secara bijak menggunakannya di saat-saat tertentu saja dan tidak berlebihan.
Karakter boss mafia Bangun digarap dengan kurang mendalam seharusnya ditampilkan sosok yang kejam, sadis dan bertangan dingin. Namun sebaliknya sosoknya digambarkan kalem dan sabar serta bijak. Tio Pakusadewo sendiri bermain dengan bagus sesuai dengan karakter tersebut. Iko Uwais bermain kaku dalam hal berdialog dan tak ada ekspresi berarti dalam raut wajahnya. Untuk perkelahiannya sendiri hanya sekedar bak bik buk saja dan tidak ada yang dapat dikenang setelah film usai.
Penampilan Yayan Ruhiyan sendiri terlalu dipaksakan mengingat pada seri pertama memerankan tokoh Mad Dog dan sudah tewas. Sedangkan pada seri kedua ini dihadirkan kembali memerankan tokoh Prakoso. Kemungkinan besar sutradara melibatkan kembali karena berharap akan penampilan aksinya yang memikat namun sayangnya penampilannya terkesan buruk. Pada sesi awal ditampilkan secara garang dan sadis tapi pada sesi berikutnya saat bertemu mantan istrinya dan bertemu Ucok terkesan cemen.
Beberapa hal yang kurang jelas dalam film ini adalah ketika Yuda dikeroyok di dalam taxi ternyata yang mengeroyoknya adalah seorang polisi. Apa maksud dan tujuannya, padahal penonton tahu biang pengeroyokan adalah kelompok Bejo. Pada saat Prakoso dibunuh sedang musim salju padahal sebelum-sebelumnya tidak ada unsur salju sedikitpun. Tentu aneh bukan bila kota Jakarta mempunyai musim salju. Pada saat adegan di club, Prakoso menutup mata dan ketika membuka mata tiba-tiba semua orang di ruangan sudah hilang dengan begitu cepatnya. Ini bukan film horor yang menjadikan segalanya seperti magic bisa menghilang tiba-tiba. Seharusnya dibuat dengan orang berlarian ke arah pintu keluar.
Luka di tangan yang dialami oleh Yuda karena diserang dalam taxi membuatnya terlihat parah di dalam toilet namun seketika bisa berkelahi dengan normal lagi saat menyelamatkan Eka. Demikian juga luka di kaki akibat sabetan clurit kecil saat pertarungan di dapur namun seketika bisa berkelahi normal lagi. Satu hal sepele lagi namun berdampak mengurangi kegagahan Yuda yaitu ketika disuruh telanjang oleh Bangun terlihat perut yang agak gendut dan dada yang tidak bidang dan tidak kekar. Seharusnya hal tersebut bisa disiasati dengan spesial efek seperti dalam film 300 : Rise of an Empire.
Kalau anda belum pernah melihat sebuah sepeda maka akan kagum melihat sepeda untuk pertama kalinya. Berikutnya ketika anda melihat sebuah sepeda lagi tentu kesannya akan biasa saja. Lain halnya bila anda diperlihatkan sebuah sepeda motor yang belum pernah anda lihat pasti anda akan kagum untuk kedua kalinya. Seperti analogi diatas The Raid 2 : Berandal secara keseluruhan tidak memiliki hal yang baru dan nilainya masih dibawah seri pertamanya. Entahlah seri ketiganya apakah perlu ditonton atau tidak...
Divergent
-------------
Lagi-lagi sebuah film yang diadaptasi dari sebuah novel berjudul sama hasil karya Veronica Roth, penulis muda yang saat ini berusia 25tahun. Divergent merupakan buku pertama dari sebuah trilogy novel sedangkan buku keduanya berjudul Insurgentdan buku ketiganya berjudul Allegiant. Divergent mampu memperoleh predikat New York Times Best Seller pada tahun 2011.
Cerita mengambil latar belakang kota Chicago yang kini menjadi sebuah negara akibat adanya peperangan di masa lalu. Untuk melindungi diri dari serangan negara lain maka dibangunlah benteng raksasa mengelilingi perbatasan Chicago dengan dunia luar.
Penduduk dibagi dalam tujuh kelompok yang terdiri dari lima kelompok resmi dan dua kelompok tidak resmi. Kelompok resmi ini biasa disebut dengan faksi yang ada dalam tatanan kehidupan masyarakat berdasarkan sifatnya, yang terdiri dari, Candor, Amity, Erudite, Dauntless dan Abnegation. Candor beranggotakan orang-orang yang jujur. Amity berisikan orang-orang yang cinta damai. Erudite merupakan tempat orang-orang pintar berada yang pekerjaannya adalah melakukan penelitian dan eksperimen. Dauntless merupakan kumpulan orang-orang yang berani sehingga pekerjaannya adalah polisi atau penjaga keamanan. Abnegation merupakan gabungan orang-orang yang punya sifat mementingkan kepentingan bersama sehingga pekerjaannya adalah menjalankan pemerintahan. Kelompok tidak resmi terdiri dari non faksi dan Divergent. Non faksi merupakan kelompok orang-orang buangan atau semacam gelandangan. Sedangkan Divergent merupakan kelompok orang-orang yang memiliki sifat dua atau lebih dari lima sifat yang ada pada kelompok resmi, misalnya orang yang mempunyai sifat Candordan Amity.
Beatrice (Shailene Woodley) dan kakaknya yang bernama Caleb sudah menginjak usia remaja dan menurut aturan yang berlaku harus memilih kelompok mana yang sesuai dengan sifatnya. Mereka berdua tinggal bersama orangtuanya yang berada dalam kelompok Abnegation. Dididik untuk membantu dan menolong terhadap sesama manusia dan selalu mengalah. Semua orangtua berharap bahwa anaknya akan mengikuti jejak orangtuanya, demikian juga orangtua Beatrice dan Caleb.
Sebelum hari ‘H’ pemilihan maka diadakan tes untuk mengetahui sifat dasar dan kepribadiannya melalui simulasi alam bawah sadar. Hasil tes Beatrice cocok sebagai Abnegation, Dauntless sekaligus Eredite sehingga masuk dalam kategori Divergent. Sang penguji menginformasikan bahwa sebagai seorang Divergent maka Beattrice harus merahasiakannya karena merupakan ancaman pada kelompok lainnya dan akan dicari-cari untuk dibunuh. Untuk itu sang penguji menyarankannya untuk memilih Abnegation saja dan merekayasa hasil tes dengan Abnegation.
Hari ‘H’ pemilihan sudah tiba, Caleb dipanggil untuk memilih dan ternyata pilihannya jatuh pada kelompok Erudite. Selanjutnya Beatrice dipanggil dan pilihannya jatuh pada kelompok Dauntless. Tentu saja kedua orangtuanya tampak kecewa karena ini berarti harus berpisah dengan anak-anaknya. Semboyan kepentingan faksi diatas kepentingan keluarga benar-benar membuat orangtuanya tidak berkutik.
Keputusan Beatrice telah dibuat dan bergabung dengan kelompok Dauntless. Tidak mudah untuk menjadi kelompok tersebut masih ada proses inisiasi dan eliminasi. Untuk bepergian harus berlarian mengejar kereta api yang berjalan dan untuk keluarnya harus melompat dari kereta api serta harus menjatuhkan diri dari gedung bertingkat. Setiap hari dalam pelatihan akan dinilai dan pada hari terakhir akan ada yang dieliminasi.
Beatrice kini berganti nama menjadi Tris dan mempunyai instruktur bernama Four (Theo James). Four sendiri merupakan anak dari Marcus seorang ketua Abnegation. Rupa-rupanya ada rasa saling ketertarikan diantara mereka berdua. Pelan namun pasti rasa itu memang ada walau dibatasi oleh peran jabatan masing-masing dan saling menutupi perasaan mereka.
Saat akan membuat tato, kebetulan Tris bertemu dengan pengujinya dulu. Penasaran akan hal itu Tris mendesaknya untuk menjelaskannya. Pengujinya mempunyai saudara yang hasil tesnya masuk kategori Divergent. Ketika ada yang tahu maka keesokan harinya saudaraya telah dibunuh sebab dia merupakan ancaman bagi kestabilan sistim yang telah ada.
Latihan setiap hari cukup berat. Bertarung satu lawan satu dengan teman sendiri dan harus ada yanakalah. Belajar menembak dan melempar pisau. Simulasi akan rasa takut yang dihadapi. Simulasi peperangan merebut bendera. Belum lagi adanya penghianatan dari temannya sendiri. Namun instruktur lain yang bernama Eric justru mengintimidasi Tris sehingga rangkingnya berada di zona eliminasi. Kondisi Tris memang lemah dibanding yang lain tetapi ia cepat belajar sehingga bisa keluar dari zona eliminasi.
Four yang tahu bila Tris seorang Divergent, mengajarinya untuk menjadi seorang Dauntless terutama dalam ujian akhir yang akan dilihat oleh banyak orang. Seorang Dauntless akan menyelesaikan masalah dengan alat bukan dengan pikiran seperti yang selama ini dilakukannya. Walaupun selama ini memegang rekor tercepat dalam simulasi tetapi akan mengundang kecurigaan dari orang-orang dan akan tahu identitasnya. Artinya bila menyelesaikan ujian terlalu cepat maka akan ketahuan identitasnya namun bila menyelesaikan ujian terlalu lama maka tidak lulus. Akhirnya ujian dilalui dan dinyatakan lulus pada hari terakhir.
Tris sedikit curiga ketika melihat Jeanine (Kate Winslet) yang merupakan ketua Erudite berada di markas Dauntless dan sepertinya merencanakan sesuatu dengan ketua Dauntless. Tris juga mendengar selentingan bahwa Eruditeakan melakukan kudeta terhadap Abnegation. Four juga menceritakan kecurigaannya karena banyak pengiriman barang dan memberikan contoh obat suntik yang bisa membuat orang terpengaruh dan menuruti kemauannya.
Tiba-tiba semua anggota dikumpulkan dan diberi suntikan pada leher dengan alasan sebagai alat pelacak. Tris berusaha menghindar namun keburu ketahuan oleh Eric dan akhirnya disuntik juga. Malam harinya Tris melihat suatu keanehan dimana teman-temannya bangun dan berpakaian perang seperti terhipnotis dan tidak sadar. Ia mengerti hal itu sebagai akibat suntikan sebelumnya. Dia berusaha mengikuti dengan pura-pura terhipnotis. Waktu berbaris tak disangka ada seseorang yang masih sadar dan mempertanyakan situasi itu tapi Eric tahu kalo orang itu Divergent dan langsung menembaknya.
Tugas mereka adalah menyerang kelompok Abnegation.Tris berusaha mencari Four dan kuatir kalo terhipnotis juga, untunglah Four tidak terpengaruh. Sadarlah Tris akan pertanyaannya selama ini, mengapa Divergent sebagai ancaman dan harus dimusnahkan. Jawabannya adalah karena Divergenttidak mempan terhadap obat baru tersebut yang dapat mempengaruhi pikiran dan menghipnotis tersebut.
Mereka berusaha menyelamatkan orangtua Tris, sayangnya kondisi rumah sudah kosong. Mereka bertemu dengan Eric dan ketuanya dijalanan, Eric mengejek Four “sangat disayangkan yang dulunya berprestasi di kelas sekarang menjadi robot kaku”. Four menahan emosi dengan diam tapi Eric sedikit curiga karena kalo terhipnotis pasti akan jalan lagi, bukannya malah diam. Ericpun menodongkan senjatanya kepada Four dan akan menembaknya. Tiba-tiba Tris menodongkan senjata kepada Eric. Demikian juga ketua menodongkan senjata kepada Tris dan Four menodongkan senjata kepada ketua. Eric berkata bahwa tidak mungkin Tris yang lemah berani menembakkan senjatanya. Tak diduga ternyata Tris menembak Eric dan terjadi perkelahian. Sayangnya perlawanan mereka sia-sia karena jumlah pasukan lebih banyak.
Mereka ditangkap, Four diangkut dengan mobil bersama Jeanine sedangkan Tris hendak dieksekusi tembak. Pada saat kritis menjelang ditembak tiba-tiba ada yang menolongnya, ternyata ibunya yang mantan kelompok Dauntless datang disaat yang tepat. Tembak-menembak terjadi, apa daya dua orang melawan jumlah yang banyak dan pada akhirnya sang ibu harus berkorban.
Tris berhasil menemui ayahnya dan adiknya serta ketua Marcus dan menceritakan tentang obat yang dapat mempengaruhi pikiran dan dapat dikontrol. Akhirnya Tris memutuskan untuk memusnahkan pusat kontrol yang berada di Dauntless. Caleb dan ayahnya serta Marcus ikut pergi. Mau tak mau mereka mengikti Tris yang tahu tempat masuknya dengan kereta api.
Tak diduga Tris menemukan Four yang sedang diikat. Sayangnya setelah dibebaskan, Four malah menyerang Tris sehingga terjadi perkelahian antara sepasang kekasih ini. Tris berusaha menyadarkan Four dan akhirnya berhasil walau sudah banyak luka pada diri Tris. Jeanine mengaktifkan pasukan untuk membunuh semua warga Abnegation tanpa ampun. Tris berusaha mencegah dan mengancamnya tetapi Jeanine tetap bersih keras tidak mau mengubahnya bahkan rela mati. Gertakan dan ancaman pasti tidak mempan. Tris akhirnya punya ide yaitu menyuntik Jeanine dengan obatnya sendiri dan memerintahkannya untuk membatalkan program pembunuhan dan sekaligus menghapus programnya. Jeanine pun menurutinya.
Pasukan tersadar dan tidak jadi membunuh warga yang sudah dikumpulkan dijalanan. Begitu juga Jeanine yang tersadar dan meratapi kegagalannya. Pasukan yang setia dengan Jeanine berusaha masuk gedung maka Tris dan Four serta Marcus dan Caleb yang masih selamat melarikan diri dengan kereta. Mereka sekarang menjadi kelompok non faksi.
Penampilan Shailene Woodley biasa-biasa saja dan terlalu manis untuk menjadi seorang gadis petarung. Sedangkan Theo James bermain cukup lumayan dengan karakternya yang misterius.
Film ini mempunyai durasi yang panjang yaitu dua jam lebih namun tidak membosankan. Sayangnya adegan laga atau pertarungannya menempati porsi yang sedikit, itupun biasa-biasa saja dan tidak istimewa. selebihnya diisi dengan dialog-dialog sederhana. Beberapa momen dibuat kurang dramatis padahal seharusnya bisa dibuat lebih. Misalnya saat Tris menyadarkan Four dari pengaruh obat, saat ibunya tertembak, saat ayahnya tertembak dll. Film ini diperuntukkan buat kaum remaja setidaknya ingin merebut pasar dari film yang sudah beredar dan sukses yaitu Twilight, Hunger Games dll. Jangan lupa masih ada kelanjutannya dari film ini.
Shanaz
Maret 23, 2014
New Google SEO
Bandung, Indonesia300 : Rise of an Empire
-----------------------------
Film ini merupakan seri kedua dari serial berjudul 300 dengan judul Rise of an Empire. Seri pertama sudah pernah dirilis pada tahun 2006 dengan judul Prepare for Glory. Film ini diadaptasi dari serial cerita komik berjudul 300 yang merupakan hasil karya Frank Miller dan dibantu pewarnaannya oleh Lynn Varley pada tahun 1998. Serial komik ini terdiri dari lima seri masing-masing berjudul Honor, Duty, Glory, Combat dan Victory.
-----------------------------
Film ini merupakan seri kedua dari serial berjudul 300 dengan judul Rise of an Empire. Seri pertama sudah pernah dirilis pada tahun 2006 dengan judul Prepare for Glory. Film ini diadaptasi dari serial cerita komik berjudul 300 yang merupakan hasil karya Frank Miller dan dibantu pewarnaannya oleh Lynn Varley pada tahun 1998. Serial komik ini terdiri dari lima seri masing-masing berjudul Honor, Duty, Glory, Combat dan Victory.
Rise of an Empiremencoba menguak latar belakang kejadian sebelum seri pertama terjadi sekaligus pada waktu yang sama serta waktu sesudahnya. Walaupun cerita peperangan dan tokoh yang ditampilkan berbeda namun secara sekilas ditampilkan juga tokoh dalam seri pertamanya misalnya Gerard Butler sebagai raja Leonidas dan Peter Mensah sebagai pengawal raja Darius. Tidak hanya itu saja, masa setelah seri pertama selesai diceritakan pula sebagai adegan pamuncak film ini.
Raja Persia yang bernama Darius melakukan invasi bersama pasukannya yang berjumlah besar ke Yunani. Perlawanan tentara Yunani dipimpin oleh Themistokles (Sullivan Stapleton) seorang biasa yang tak terkenal di daerah Marathon. Namun disaat dan momen yang tepat dia berhasil memanah Raja Darius dan mengenai jantungnya. Xerxes (Rodrigo Santoro) yang merupakan anaknya menyaksikan pemandangan itu dengan matanya sendiri tanpa bisa menolong ayahnya. Dengan penuh dendam membara terhadap Themistokles dan rasa benci terhadap Yunani maka membuatnya menempuh segala cara untuk mewujudkannya.
Xerxes berkoalisi dengan Artemisia (Eva Green) untuk mewujudkan dendamnya. Artemisia mempunyai latar belakang sebagai warga Yunani yang keluarganya dibunuh dan diperkosa oleh tentara sipil Yunani. Pada saat remaja dijadikan sebagai budak dan pelampiasan nafsu para tentara dan pada akhirnya dibuang ditengah jalan. Ditemukan dan dirawat serta dilatih oleh tangan kanan raja Darius sehingga dipercaya menjadi jenderal perang pasukan Persia. Ambisinya untuk berperang menaklukan Yunani membuatnya tega mencabut anak panah yang menancap di jantung raja Darius sehingga menyebabkannya tewas.
Artemisia membunuh semua pejabat di lingkungan kerajaan dan mengundang para ahli sihir untuk membantu Xerxes dan berhasil mengubah Xerxes yang baru dengan tubuh yang tinggi besar. Xerxes sukses menjadi raja Persia dan mendeklarasikan perang terhadap Yunani.
Dengan jumlah kapal yang sedikit, Themistokles mengandalkan taktik dan strategi. Hari pertama. strateginya menyerang kapal Persia di bagian tengah yang rapuh sehingga bisa tenggelam. Hari kedua, taktiknya membawa kapal-kapal Persia ke daerah berkabut dan berkarang sehingga pada menabrak batu-batuan. Karena merasa kalah, Artemisia mengundang Themistokles masuk ke dalam kapalnya dan merayu untuk bergabung dalam pasukan Persia namun ditolak. Hari selanjutnya Artemisia melancarkan serangan dengan menggunakan minyak dan bom bunuh diri yang membuat Themistokles nyaris tewas.
Ratu Gorgo dihubungi oleh Themistokles untuk melakukan balas dendam terhadap kematian suaminya yaitu raja Leonidas. Karena dialah harapan satu-satunya yang masih bisa membantu mengingat mempunyai banyak kapal. Namun ratu Gorgo menolaknya.
Mau tak mau Themistokles melakukan perlawanan dengan jumlah kapal yang sedikit di daerah Salamis sebagai perjuangan terakhir. Tak ketinggalan pula pertarungan duel antara Themistokles dengan Artemisia. Di saat yang kritis muncullah bantuan dari ratu Gorgo dengan armada kapalnya. Pada akhirnya Themistokles berhasil membunuh Artemisia walau sebelumnya sudah disuruh menyerah tapi tidak mau. Seri ketiga sudah pasti akan dibuat mengingat Xerxes masih aman-aman saja melihat dari kejauhan peperangan tersebut dan belum tewas. Sayangnya film ini memiliki durasi yang pendek hanya 100 menit saja seandainya dibuat lebih panjang seperti film legenda lainnya maka penonton akan lebih puas menyaksikannya, mengingat film ini pada awalnya dibuat model narasi yang cepat penyampaiannya. Masih dengan model setengah animasi seperti film sebelumnya dengan mayoritas warna cream kecoklatan dan sedikit kabur, film ini digarap dengan spesial efek hampir di semua adegan.
Film ini terlalu banyak menampilkan visualisasi darah berwarna hitam kemerahan yang berceceran dan muncrat kemana-mana. Bagi yang tidak terbiasa melihat darah mungkin bisa membuat kepala pusing. Dengan efek komputerisasi CGI terlihat semua orang termasuk Themistokles memiliki tubuh atletis dengan dada yang bidang dan perut six pack. Sedikit kelemahan, kadang kala Themistokles terlihat dadanya tidak bidang dan perutnya one pack.
Penampilan Sullivan Stapleton cukup lumayan namun dalam berpidato di depan orang banyak intonasi suara dan karisma suara terasa kurang menggelora. Untunglah suara musiknya membantu membangkitkan suasana itu. Akting Eva Green cukup bagus dengan tatapan matanya yang memang menunjukkan sifat jahatnya.
Film ini tidak membosankan karena ceritanya berbeda dengan seri pertama. Bila seri pertama peperangan dilakukan di darat maka pada seri kedua ini dilakukan di laut. Mungkin saja pada seri ketiga nanti peperangan akan dilakukan di udara, siapa tahu. Selamat menonton.
Shanaz Maret 09, 2014 New Google SEO Bandung, Indonesia
Lone Survivor
------------------Sebuah film yang diangkat dari kisah nyata operasi militer Amerika Serikat di Afganistan dengan sandi operasi sayap merah. Operasi sayap merah dilakukan pada tahun 2005 dan mempunyai misi untuk menangkap atau membunuh komandan taliban senior bernama Ahmad Shah. Ahmad Shah dan pasukannya membunuh setidaknya 20 orang dalam seminggu. Seorang saksi hidup yang bernama Marcus Ruttrell pada tahun 2007 menuturkan kisahnya dalam sebuah buku yang berjudul Lone Survivor: The Eyewitness Account of Operation Redwing and The Lost Heroes of Seal Team 10. Buku tersebut berhasil masuk dalam New York Times Best Sellersdalam kategori Non-Fiction.
Empat orang anggota tim Navy Seal yang bernama Marcus Ruttreall (Mark Wahlberg), Matthew Axelson (Ben Foster), Michael Murphy (Taylor Kitsch) dan Danny Dietz (Emile Hirsh) berangkat dari pangkalan udara Bagram untuk menuju sebuah desa yang yang dikelilingi perbukitan yang telah teridentifikasi akan keberadaan Ahmad Shah. Mereka sudah berada di titik penalti terakhir untuk menembak Ahmad Shah yang bercirikan fisik tidak mempunyai sebelah telinga. Sayangnya hubungan komunikasi terganggu sehingga konfirmasi perintah tidak didapatkan.
Sementara menunggu menerima perintah menembak, tiba-tiba muncul tiga orang penggembala kambing. Tentu saja hal ini diluar dugaan. Mau tak mau mereka menangkapnya dan disinilah timbul perdebatan mau diapakan mereka. Alternatif pertama adalah membunuh mereka dengan konsekuensi tugas lancar tapi menjadikan mereka pelanggar hukum juga. Alternatif kedua adalah melepaskan mereka dan tugas gagal karena keberadaan operasi tersebut sudah diketahui oleh orang lain. Konflik dan pemikiran serta alasan mereka memang cukup bisa diterima dalam berdebat. Sebagai kepala dalam misi ini Marcus berhak memutuskan hasilnya dan voting tidak berlaku.
Akhirnya Marcus memutuskan untuk melepaskan gembala kambing tersebut. Misi dianggap gagal dan mereka berencana untuk kembali ke pangkalan. Sayangnya komunikasi terganggu di saat-saat yang penting. Mereka hendak menyelamatkan diri dengan naik ke bukit bagian atas agar dapat menerima sinyal telepon satelit. Sayangnya gembala yang dilepaskan membocorkan kepada pasukan Taliban akan keberadaan pasukan Amerika.
Beberapa saat kemudian pasukan Taliban dengan jumlah yang banyak menyerbu dan menyerang mereka. Marcus dan kawan-kawan kalah jumlah tetapi tak mudah menyerah begitu saja. Perlawanan yang gigih dilakukan untuk mempertahankan nyawa mereka dan kehormatan mereka. Rasa patriotisme dan keberanian dalam mengemban misi ditunjukkan dengan perlawanan sampai titik darah penghabisan. Tiga nyawa melayang dan hanya Marcus yang selamat walaupun luka parah.
Marcus ditolong oleh Gulab seorang penduduk di sekitar kejadian walaupun diawalnya Marcus ragu-ragu karena tidak tahu orang tersebut Taliban atau bukan terlebih lagi dengan tewasnya rekan-rekannya akibat membebaskan gembala kambing. Marcus ditampung dirumahnya walaupun ada orang yang tidak setuju dengan hal itu. Marcus meminta tolong seseorang agar mengirim surat ke pangkalan Amerika yang memberitahukan keberadaannya di desa itu.
Pasukan Taliban tidak tinggal diam, mereka tetap mencari Marcus dan pada akhirnya menemukan persembunyian Marcus. Marcus diseret dan hendak dipancung kepalanya oleh anak buah Ahmad Shah. Pada saat yang menentukan, Gulab menyelamatkannya. Marcus terheran-heran dengan sikap Gulab yang berani mengambil resiko kepada Taliban. Pasukan Taliban pun pergi namun tetap mengancam akan membinasakan desa tersebut.
Hari berikutnya pasukan Taliban dengan jumlah lebih banyak datang kembali ke desa tersebut. Terjadi tembak-menembak dengan penduduk desa tersebut. Marcus sendiri nyaris tewas. Untunglah pasukan bantuan Amerika Serikat datang disaat yang tepat.
Permainan para bintang cukup bagus dan meyakinkan. Mereka mampu menunjukkan kegetiran dan kepahitan dalam menjalankan tugas namun memiliki rasa patriotisme yang tinggi. Sutradara mampu membuat film yang sangat sederhana ini tanpa banyak lika-liku cerita namun bukanlah sebuah film kacangan. Tata rias wajah patut diacungi jempol karena mampu menampilkan luka-luka secara real dan nyata. Goresan, borok, darah akan membuat anda terenyuh karena tampak asli. Demikian juga saat pengambilan gambar mereka jatuh ke jurang melewati batu-batuan, terlihat seperti jatuh benaran.
Film ini tidak menampilkan kesuperheroan Amerika seperti film-film lainnya, mengingat Ahmad Shah sampai film selesaipun tidak tertangkap. Kalaupun ada hanyalah gambaran fisik Ahmad Shah yang mirip dengan Osama bin Laden. Yang jelas film ini menceritakan kegagalan operasi sayap merah hanya karena alasan kemanusiaan sesuai konvensi Jenewa. Padahal yang namanya sebuah perang membutuhkan ongkos yang mahal bukan saja dalam bentuk materi melainkan pengorbanan nyawa.
Pada akhir film akan ditayangkan foto dan video aslinya dari tim sayap merah sebelum meninggal dunia di medan perang. Jadi jangan keburu meninggalkan bioskop.
Shanaz
Februari 09, 2014
New Google SEO
Bandung, Indonesia













