The Finest Hours
-----------------
The Finest Hours berdasarkan kisah nyata yang pernah terjadi pada bulan February 1952 di Cape Cod, Massachusetts, Amerika. Film ini dibintangi oleh Cris Pine sebagai Bernie Webber dan Cassey Affleck sebagai Ray Siebert serta Holliday Grainger sebagai Miriam. Sutradara kelahiran Australia Craig Gillespie didapuk untuk menangani film ini.
Kisah dimulai dengan pertemuan Bernie dan Miriam untuk pertama kalinya setelah melakukan blind date hanya melalui percakapan telepon. Bernie adalah seorang yang sedikit pemalu dan sedikit pendiam sebaliknya Miriam adalah seorang yang berani dan tegas. Beberapa saat kemudian Miriam menanyakan apakah Bernie akan menikahinya atau tidak ? Bernie sempat menjawab “No” namun kemudian meralatnya dengan “Yes”. Bernie berkata demikian karena kuatir pekerjaannya adalah penjaga pantai yang bertaruh dengan nyawa sehingga takut membuat sedih Miriam.
Pada suatu hari badai salju menerjang daerah tersebut demikian juga terjadi angin badai dan ombak di lautan. Sebuah kapal tanker yang memuat minyak bernama SS Fort Mercer mengalami musibah dan kapal terbelah menjadi dua. Semua tim penyelamat dari berbagai daerah dikerahkan untuk menemukan kapal tersebut termasuk tim dari Cluff (Eric Bana) atasan Bernie. Kebetulan sensor GPS di kantor lagi rusak dan sedang diperbaiki.
Bernie ingin meminta ijin pada Cluff untuk menikah dengan Miriam namun belum sempat terucapkan. Sensor GPS selesai diperbaiki dan muncul tanda sinyal di dekat pantai mereka. Padahal sinyal kapal SS Fort Mercer bukan berada di daerah tersebut sehingga membuat bingung. Di saat yang bersamaan seseorang mendengar bunyi peluit kapal di dekat pantai dan melaporkannya pada penjaga pantai. Akhirnya dipastikan bahwa ada kapal lain yang terkena musibah juga dan terbelah juga menjadi dua. Kapal tanker tersebut adalah SS Pendleton.
Cluff menunjuk Bernie untuk menyelamatkan kapal SS Pendleton menggunakan CG36500 yaitu sebuah kapal boat kecil. Bernie dibantu oleh Livesley, Fitzgerald dan Ervin Maske melawan ombak yang tinggi, badai angin dan salju dingin. Terlebih lagi harus melewati gugusan batu karang di kegelapan malam.
Bernie dan kawan-kawan akhirnya menemukan kapal SS Pendleton yang berada di batu karang dan berhasil menyelamatkan seluruh penumpang kapal. Walaupun kapasitas kapal boat kecil yaitu 12 orang namun Bernie memutuskan untuk menampung semua orang yang berjumlah kurang lebih 30 orang.
Pada waktu pulang mengalami kendala karena tidak mempunyai GPS dan listrik plus lampu di daratan mati. Untuk itu warga di daratan mengarahkan sorot lampu mobil di pinggir pantai sebagai petunjuk daratan. Bernie dan kawan-kawan berhasil selamat kembali di daratan.
Kelemahan dari film ini adalah tidak menjelaskan latar belakang sejarah dari sosok Bernie. Mengapa dia di musuhi oleh teman kerjanya sendiri namun disanjung oleh wanita lain. Ada kejadian apa sebenarnya tidak dijelaskan. Yang jelas sosok Bernie sepertinya kurang percaya diri, agak tertutup dan sedikit pendiam serta agak takut.
Unsur romantismenya dan dramanya kurang digali lebih dalam sehingga masih dibawah film Titanic. Untuk special efek ombak dan segala kejadian di laut cukup bagus digarap. Pada bagian akhir film diperlihatkan foto-foto hitam putih asli dari Bernie, Mirriam dan kawan-kawan.
Shanaz
Februari 15, 2016
New Google SEO
Bandung, IndonesiaBioskop Cinemaxx adalah bioskop terbaru yang dimiliki oleh group Lippo. Seperti kita ketahui perbioskopan di Indonesia sudah lebih dulu ada yaitu group XXI yang memiliki 823 layar dan tersebar di 35 kota. Selanjutnya group CGV Blitz yang sebelumnya bernama Blitz Megaplex memiliki 133 layar di 7 kota. Cinemaxx sendiri memiliki 76 layar pada 11 kota. Review ini ditulis berdasarkan saat menonton di Cinemaxx WTC jalan raya Serpong tepatnya di Mall WTC Matahari lantai 3.
Sebenarnya bioskop ini merupakan bioskop bekas group XXI yang sudah habis masa kontraknya. Lalu group Lippo membongkar dan merenovasinya menjadi seperti sekarang ini. Cukup lama proses pembangunannya mungkin hampir satu tahun pengerjaannya.
Pada saat di pintu gerbang tidak begitu tampak bioskop ini namun begitu belok kiri maka akan terlihat lobby yang luas. Hamparan karpet yang tebal dan empuk dengan motif lingkaran warna cream, coklat muda dan coklat tua serta warna dasarnya abu-abu. Terasa mewah dan elegan.
Cinemaxx menerbitkan kartu member yang bisa didapat secara gratis yang berfungsi untuk mengumpulkan poin. Setiap kita membayar tiket atau makanan 1000 rupiah akan mendapat 1 poin. Bila sudah terkumpul banyak bisa ditukar atau redeem, lumayan kan ?
Ada empat buah studio yang dilengkapi dengan system suara Dolby 7.1 Surround. Layar visual sudah menggunakan sistim digital sehingga terlihat terang. Harga tiket untuk hari Senin-kamis yaitu Rp.25.000,- dan hari Jumat adalah Rp.30.000,- serta hari Sabtu-Minggu yaitu Rp.35.000,-
Didalam bioskop deretan kursi diatur kotak empat persegi panjang, lurus seperti bioskop pada umumnya. Jarak kursi dengan kursi depannya agak tinggi sehingga penonton tidak terhalang oleh kepala orang didepannya dan dapat melihat leluasa. Kursi berwarna merah dan agak formal desainnya seperti kursi kantor karena punggung tegak lurus. Busanya terasa empuk. Sandaran agak pendek sehingga kepala orang dapat dilihat dari belakang. Lebar kursi agak kecil dan tidak bisa dibuat santai.
Jam main yang tertera pada jadwal adalah jam dibukanya pintu bioskop. Ada extra film yang diputar lebih dulu kurang lebih 10 menit sehingga film utama diputar setelah itu. Hal ini berbeda dengan bioskop lainnya yaitu jam main adalah jam main film utamanya sehingga pintu dibuka 10 menit sebelumnya untuk memutar extra film.
Shanaz Februari 08, 2016 New Google SEO Bandung, Indonesia
---------------
Film ini diadaptasi dari novel berjudul The 5th Wave karya Rick Yancey yang dirilis pada tahun 2013. Novel ini merupakan seri pertama dari serial trilogi yang terdiri dari 3 buku. Buku kedua berjudul The Infinite Sea yang diterbitkan pada tahun 2014. Sedangkan buku ketiga rencananya akan diterbitkan pada tahun 2016 ini dan berjudul The Last Star.
Film ini bercerita mengenai aliens dan manusia. Aliens menjajah bumi dengan teror-terornya yang dibagi dalam lima gelombang. Gelombang pertama adalah Aliens melakukan pemadaman listrik. Gelombang kedua yaitu Aliens membuat gempa bumi dan banjir Tsunami. Gelombang ketiga adalah Aliens menyebarkan virus flu burung. Gelombang keempat yaitu Aliens masuk ke dalam tubuh manusia dan mengendalikannya. Geombang kelima masih menjadi misteri.
Pada adegan awal film ini menunjukkan Cassie (Chloƫ Grace Moretz) yang sedang berada di sebuah toko kosong dan berhadapan dengan seorang pria yang terluka. Pria tersebut meminta pertolongan. Mereka berhadap-hadapan dan saling menodongkan senjata. Cassie berpikir keras antara menembak atau tidak karena dibenaknya tertanam gambaran jangan percaya kepada siapapun karena bisa saja pria itu penjelmaan Aliens. Sayangnya Cassie yang sekarang bukanlah Cassie yang dulu yang manis dan lembut. Akhirnya pria tersebut ditembak hanya karena melihat kilauan dari kalung salib yang digenggam yang dikira pistol oleh Cassie.
Premise awal ini cukup menjanjikan akan bagusnya film ini. Namun sayangnya banyak hal yang tidak konsisten sehingga mengurangi harapan yang sudah dibentuk tersebut. Kisahnya menjadi klise mengenai Aliens yang mencintai manusia. Bagaimana mudahnya Evan (Alex Roe) jatuh cinta hanya dengan melihat Cassie ? Padahal tugasnya untuk membunuh bahkan jari sudah akan menekan tombol senjata. Ditambah lagi keluarga Evan dibumi meninggal semua akibat virus flu burung Aliens. Mengapa dia tidak menyelamatkan keluarganya ?
Gelombang keempat adalah Aliens menyusup kedalam tubuh manusia. Namun hal tersebut tidak nampak dalam film ini. Apakah Aliens masuk melalui mulut atau gigitan atau hal lain tidak dijelaskan. Sosok Aliens sendiri tidak diperlihatkan seperti apa. Justru yang tampak adalah binatang yang menyerupai gurita dan berada di otak manusia. Itupun sebenarnya palsu. Gelombang keempat juga tidak konsisten. Padahal Evan yang merupakan jelmaan Aliens sudah dikirim sejak lama di bumi seharusnya menjadi gelombang pertama.
Gelombang kelima adalah anak-anak yang dilatih menjadi tentara untuk membunuh manusia. Anak-anak ditipu dengan menggunakan kapsul yang ditanam dileher belakang. Bila mereka melihat manusia maka akan ada binatang Aliens di dalam kepala manusia. Anak-anak mengira manusia itu sudah dimasuki Aliens dan harus dibunuh. Padahal yang menjadi Aliens adalah Jenderal Vosch dan anak buahnya yang merekrut mereka.
Chloƫ Grace Moretz bermain cukup bagus wajahnya mampu mengekspresikan kegembiraan, kesedihan, ketakutan dan keberanian. Alex Roe bermain biasa saja dan terbantu dengan wajahnya yang tampan. Nick Robinson yang berperan sebagai Zombie berperan biasa juga.
Diakhir cerita Cassie dibantu oleh Zombie dan Evan menyelamatkan adiknya, Sam di kamp militer pimpinan Jenderal Vosch. Kamp militer dihancurkan dan diledakkan oleh Evan. Namun tidak ketahuan Evan masih hidup atau sudah mati. Vosch dan anak-anak yang dilatih sudah pergi dengan pesawat menuju tempat lain. Teka-teki masih berlanjut karena film ini berseri.
Shanaz
Februari 04, 2016
New Google SEO
Bandung, IndonesiaStar Wars : The Force Awakens
----------------------------------
The Force Awakens merupakan film seri ke tujuh dalam serial Star Wars yang merupakan hasil karya George Lucas. Seri pertamanya muncul pada tahun 1977 dengan judul Star Wars: A New Hope saja dan terkenal dengan jargon A long time ago in a galaxy far, far away. Pada seri pertama disutradarai oleh George Lucas namun untuk seri ketujuh ini disutradarai oleh J.J. Abrams. Konon sejak George Lucas menjual Star Wars kepada Disney maka roh film tersebut menjadi pudar. Lucas Film dijual seharga 4.05 Miliar dolar dan ini berarti aset Star Wars ikut dikuasai oleh Disney.
Seri pertama berjudul Star Wars : A New Hope pada tahun 1977. Lalu seri kedua tayang pada tahun 1980 dengan judul The Empire Strike Back. Kemudian seri ketiga rilis pada tahun 1983 dengan judul Return of The Jedi. Setelah enam belas tahun lamanya akhirnya dibuat seri keempat pada tahun 1999 dengan judul The Panthom of Menace. Selanjutnya seri kelima muncul pada tahun 2002 dengan judul Attack of The Clones. Disusul dengan seri keenam pada tahun 2005 dengan judul Revenge of The Sith. Sepuluh tahun kemudian baru dibuat seri ketujuh tepatnya tahun 2015 dengan judul The Force Awakens.
Seri pertama berjudul Star Wars : A New Hope pada tahun 1977. Lalu seri kedua tayang pada tahun 1980 dengan judul The Empire Strike Back. Kemudian seri ketiga rilis pada tahun 1983 dengan judul Return of The Jedi. Setelah enam belas tahun lamanya akhirnya dibuat seri keempat pada tahun 1999 dengan judul The Panthom of Menace. Selanjutnya seri kelima muncul pada tahun 2002 dengan judul Attack of The Clones. Disusul dengan seri keenam pada tahun 2005 dengan judul Revenge of The Sith. Sepuluh tahun kemudian baru dibuat seri ketujuh tepatnya tahun 2015 dengan judul The Force Awakens.
Pada film ini Harrison Ford (Hans Solo) bermain tidak maksimal dan terlihat lemah kurang bertenaga. Tentu saja hal ini disebabkan oleh usianya yang sudah tua yaitu 73 tahun. Sehingga wajar saja bila karakternya dimatikan dalam film ini.
Mark Hamill (Luke Skywalker) yang namanya selalu disebut sepanjang film namun hanya muncul sebentar saja diakhir film. Tidak banyak yang bisa direview mengenai penampilannya.
Daisy Ridley (Rey) bermain biasa saja dan tidak banyak karakter yang bisa dimunculkannya. Padahal seharusnya banyak hal yang bisa dimunculkan dalam penampilannya. Apalagi dia adalah tokoh sentral dalam film ini.
John Boyega (Finn) dapat bermain dengan baik. Ekspresi wajahnya serta mimik rupa dapat menunjukkan aktingnya yang baik. Penampilannya boleh dibilang lebih unggul dari yang lain walaupun namanya belum terkenal seperti bintang lainnya dalam film ini.
Yang patut dibanggakan adalah adanya pemain dari Indonesia yaitu Iko Uwais, Yayan Ruhian dan Cecep Arif Rahman. Sayangnya kemunculan mereka di film ini hanya sekejab tak lebih dari 30 detik. Juga tidak ada pertarungan atau perkelahian. Yang ada hanya obrolan singkat dan lari serta ditangkap makhluk monster walaupun tidak terlihat wajahnya saat ditangkap monster.
Secara umum pertarungan dan perkelahian pedang lightsaber terlihat biasa saja dan tidak heboh. Tidak ada adegan yang wow. Kejar mengejar pesawat terbang dan tembak-menembak sudah sering kita lihat selama ini dan tidak ada hal baru dalam film ini. Bentuk pesawat terbang juga biasa-biasa saja.
Spesial efek biasa saja dan tidak ada yang menakjubkan. Wajah dan bentuk monster sudah sering kita lihat pada film-film sebelumnya. Monster Chewy tidak berperan banyak dan hanya sebagai pelengkap saja serta terlihat sebagai orang yang memakai kostum binatang.
Boleh dibilang film ini monoton dan tidak menarik dari segi cerita. Hambar dan biasa saja serta sudah bisa ditebak arah ceritanya kemana. Misalnya saat Kylo Ren membunuh Han Solo yang merupakan ayahnya sendiri, saat penyerangan ke pusat First Order dll.
Maze Runner : The Scorch Trials
-----------------------------------------Apa arti sebuah kebebasan ? Bila dalam kebebasan itu tetap dikejar-kejar dan diburukesana-kemari. Memang kata bebas dalam film ini menjadi sebuah kata yang penuh makna dan arti dalam menerjemahkannya.
Film ini merupakan seri kedua yang diambil dari serial novel trilogi The Maze Runner dengan judul The Scorch Trials hasil karya James Dashner yang terbit pada tahun 2010 dan diterbitkan oleh Delacorte Press serta Random House. Film pertamanya yang berjudul The Maze Runner sudah muncul di bioskop pada tahun 2014.
Film The Scorch Trials ini masih di sutradarai oleh Wes Ball seperti dalam film pertamanya. Dia adalah seorang sutradara muda berusia 35 tahun. Demikian juga dengan para pemainnya yaitu Thomas yang diperankan oleh Dylan O’Brien, Minho diperankan oleh Ki Hong Lee dan Teresa diperankan oleh Kaya Scodelario.
Menyambung dari seri pertamanya maka Thomas terbangun dari tidurnya dan berada di helikopter yang telah menyelamatkannya sebelumnya. Helikopter membawanya ke sebuah markas tentara di padang pasir. Sesaat sebelum menuju pintu gerbang ternyata ada gerombolan zombie yang menyerang mereka. Untunglah para tentara dengan senjatanya dapat melindungi mereka. Zombie di sini disebut dengan crank.
Thomas, Minho, Teresa dan kawan-kawan yang selamat bergabung ke dalam markas tersebut yang dipimpin oleh Janson (Aidan Gillen). Janson memberikan mereka tempat tinggal yang nyaman dan makanan yang enak. Hanya saja dia mengatakan bahwa tempat ini adalah sementara dan mereka akan dipindahkan ke tempat yang lebih aman. Mengingat adanya keterbatasan maka mereka akan dipindah secara bertahap dan nama-namanya akan diumumkan semacam lotere oleh Jansen.
Disana sudah ada remaja-remaja lainnya berjumlah ratusan yang juga selamat dari labirin-labirin yang dibuat oleh WCKD. Dalam perkenalan, kelompok Thomas tak segan menyebut Thomas sebagai ketuanya. Salah satu remaja bernama Aris (Jacob Lofland) tampak berbeda dengan lainnya, menyendiri dan aneh tingkah lakunya. Rupa-rupanya Aris memperhatikan semuanya itu.
Ketika Thomas sedang tidur di malam hari, tiba-tiba muncul Aris dari lubang angin-angin dan mengajaknya untuk melihat sesuatu. Thomas penasaran dan akhirnya mengikutinya. Mereka mengintip dari lubang angin terhadap suatu ruangan dimana ada orang yang sakit atau terbaring di ranjang dan dibawa masuk ke ruangan. Orang yang masuk ke dalam tidak akan pernah keluar lagi. Thomas menanyakan kepada Aris mengapa dia yang dipilih untuk melihat ini semua. Aris menjawab karena Thomas adalah berbeda dari yang lainnya dan Thomas adalah seorang ketua.
Thomas merasakan ada yang tak beres dan ada yang dirahasiakan di markas ini. Thomas tidak melihat Teresa lagi sejak kedatangan pertama kali dan diperiksa oleh dokter padahal yang lainnya sudah lengkap berkumpul. Namun suatu ketika Thomas melihat Teresa lewat bersama dokter dan dia ingin bertemu namun dilarang oleh penjaga pintu. Sehingga terjadi sedikit keributan. Hal ini dimanfaatkan Thomas untuk mencuri kartu identitas penjaga tersebut.
Di malam hari Aris dan Thomas kembali masuk lubang angin-angin dan menuju ruangan rahasia itu. Dengan modal kartu identitas penjaga yang dicuri maka mereka masuk kedalam. Betapa terkejutnya mereka banyak remaja-remaja yang digantung dan terhubung dengan selang-selang dalam laboratorim itu. Rupa-rupanya mereka adalah orang-orang yang memenangkan lotere yang namanya dipanggil untuk dipindahkan ke tempat aman. Jadi mereka tidak pindah melainkan dijadikan ajang percobaan laboratorium.
Tiba-tiba Janson muncul dan melakukan pembicaraan video dengan Ava Paige (Patricia Clarkson) yang merupakan ketua WCKD. Terungkap sudah bahwa Janson adalah anggota WCKD juga. Ava Paige memerintahkan Janson untuk membunuh Thomas dan kelompoknya. Thomas dan Aris dengan tergesa-gesa kembali ke kamar dan mengajak semuanya kabur.
Terjadi kejar mengejar antara mereka dan pada saat-saat kritis Thomas dan kawan-kawan berhasil meloloskan diri dari markas. Namun diluar markas ternyata padang pasir yang gelap sehingga mereka harus tetap lari karena pasukan WCKD tetap mengejar mereka.
Akhirnya mereka tiba di suatu gedung yang gelap dan mereka berusaha menghidupkan listrik untuk meneranginya. Begitu listrik dihidupkan ternyata muncul zombie-zombie atau crank-crank yang mengejar mereka. Lagi-lagi mereka harus lari untuk menyelamatkan diri karena crank disini larinya juga kencang. Sayangnya Winston terkena cakaran pada perutnya dari crank sehingga mengakibatkan tertular. Dari pada berubah menjadi crank dia memutuskan untuk bunuh diri.
Perjalanan dilanjutkan untuk mencari pasukan tentara bernama The Right Arm. Nama ini didengar oleh Thomas pada saat pembicaraan antara Paige dan Janson bahwa pasukan inilah yang melawan mereka dan menghancurkan beberapa markas WCKD
Selanjutnya mereka bertemu dengan kelompok Brenda dan Jorge yang merupakan kelompok orang-orang yang selamat dan bertahan hidup. Begitu tahu bahwa mereka adalah orang-orang buruan WCKD yang ingin bertemu dengan The Right Arm maka Jorge menahan mereka. Jorge ingin menjual mereka ke WCKD.
Tiba-tiba pasukan WCKD menyerang markas Jorge. Untunglah Thomas dan kawan-kawan berhasil lolos. Brenda membantu untuk mengeluarkan mereka. Mau tak mau Jorge yang menyayangi Brenda juga membantu mereka. Brenda dan Thomas terpisah dari yang lainnya. Mereka berdua kini harus lari dari kejaran crank yang ada di saluran-saluran got. Sayangnya kaki Brenda terkena cakaran crank.
Kemudian mereka berdua melanjutkan perjalanan untuk menemui Marcus yang tahu keberadaan The Right Arm. Brenda yakin Jorge dan lainnya pergi menemui Marcus juga. Sayangnya Marcus tidak mengaku dan bahkan membuat Thomas dan Brenda Mabuk. Rupa-rupanya Marcus tidak pernah mengantarkan remaja-remaja ke The Right Arm melainkan menjualnya kepada WCKD.
Perjalanan dilanjutkan ke daerah pegunungan dan akhirnya menemukan The Right Arm walaupun sempat terjadi tembak-menembak sebelumnya. Untunglah mereka mengenali Aris yang merupakan teman selabirin. Ternyata kelompok ini bukanlah tentara seperti yang diperkirakan melainkan kumpulan anak muda dan ketuanya memang mantan tentara.
Tiba-tiba Brenda sakit parah karena cakaran crank dan hendak ditembak oleh Vince. Untunglah ada dokter Mary yang mengenali Thomas. Dia mengatakan Thomas adalah mata-matanya yang bekerja dengannya di WCKD. Dia mengambil darah Thomas dan menjadikannya obat untuk Brenda. Namun obat ini akan diperlukan terus menerus.
Thomas mencari Teresa yang berada di perbukitan seorang diri. Teresa mengatakan bahwa dirinya rela untuk diambil darahnya oleh WCKD menjadi obat bagi semua orang. Untuk itu dia menginformasikan keberadaan mereka saat ini kepada WCKD. Thomas terheran-heran dengan teresa yang mengkhianatinya dan semua orang. Benar, pasukan WCKD sudah berada di depan mata. Mereka menyerang semua orang dilembah dan tentunya tidak seimbang perlawanannya karena tidak siap.
Semua tertangkap termasuk Thomas yang menyerahkan diri. Dokter Mary ditembak oleh Janson. Untunglah Jorge dan Brenda menembaki mereka sehingga terjadi pertarungan seru antara dua kelompok. Paige dan Janson berhasil melarikan diri dengan membawa Teresa dan Minho serta remaja-remaja lainnya. Thomas tidak berdaya mencegahnya.
Keesokan paginya Vince ingin pergi mencari daerah aman untuk membangun kembali kelompoknya dari awal. Thomas meminta ijin untuk kembali ke WCKD untuk menyelamatkan para remaja yang ditawan walaupun sendirian. Pada akhirnya Vince dan yang lain setuju untuk pergi bersama Thomas membebaskan para tawanan. Bersambung ke seri tiga.
Film ini pada umumnya menarik sekali dengan adegan lari dan lari. Sutradara Wes Ball yang masih muda berusaha menampilkan gejolaknya dalam peran-peran remaja disini. Walaupun belum banyak pengalaman namun dengan kemampuannya sebagai visual effect artistdan graphic artist menjadi tidak asing lagi dengan dunia film.
Spesial efek dengan menjadikan gedung-gedung tinggi berubah menjadi rongsokan nampak seperti aslinya. Natural dan tidak berlebihan.
Dylan O’Brien bermain dengan baik dan mampu memerankan sosok tokoh yang pemberani. Penampilannya terlihat kucel dan kumus-kumus karena berlarian terus sehingga cocok dengan karakter yang dimainkannya. Dylan mampu berdramatik dengan adegan sedih, kecewa serta galau. Ekspresi wajahnya dan kesedihan matanya dapat terlihat natural. Rosa Salazar yang berperan sebagai Brenda mampu mengimbangi permainan Dylan. Sosoknya yang tomboy selaras dengan penampilannya. Kaya Scodelario bermain biasa saja dan tidak istimewa.
Kelemahan dari film ini adalah pertama, ketika Thomas dan kawan-kawan keluar dari markas WCKD di kawasan padang pasir dan menemukan sebuah gedung untuk bersembunyi. Jarak antara markas dan gedung tidak terlalu jauh. Seharusnya pasukan yang mengejarnya pasti tahu tentang gedung tersebut. Kedua, ketika Teresa memberitahu keberadaan mereka dan The Righr Arm di pegunungan. Dengan cara apa Teresa menghubungi ? Dia tidak membawa telepon atau alat komunikasi apapun. Ketiga, zombie atau crank digambarkan berbeda dengan film zombie pada umumnya yang memiliki gerak lambat namun disini memiliki gerak cepat. Bila ingin gerakan cepat seharusnya tidak memakai zombie melainkan monster lainnya saja. Keempat, tidak ada monster seperti dalam film pertamanya misalnya Grivier atau buat yang baru lagi.
Dalam seri kedua ini unsur drama lebih menonjol dibandingkan seri sebelumnya. Kesetiaan dan pengkhianatan juga akan mengaduk-aduk emosi penonton. Film ini layak ditonton dan lebih bagus dari seri pertamanya.
Shanaz
September 20, 2015
New Google SEO
Bandung, Indonesia-------------------------------------
Film ini adalah seri keempat dari serial Transporter yang ada dimana semuanya diproduseri oleh Luc Besson. Pria kelahiran Perancis ini bertindak sekaligus sebagai sutradara. Pada seri pertama sampai ketiga dibintangi oleh Jason Statham sedangkan pada seri keempat ini digantikan oleh Ed Skrein. Seri pertama sudah muncul pada tahun 2002 dan seri keduanya dirilis pada tahun 2005 sedangkan seri ketiganya hadir pada tahun 2008.
Jangan terkecoh dengan tampilan posternya karena sekilas mirip dengan Jason Statham karena pengambilan fotonya dari sisi samping sehingga bentuk kepala yang agak botak dengan potongan rambut cepak akan menganggap itu Jason Statham. Entahlah mengapa sang sutradara mengganti Jason Statham. Kalau menurut penulis mungkin bayarannya sangat mahal sehingga tidak mampu lagi mempekerjakannya. Sedangkan Ed Skrein tidaklah sepopuler Jason Statham sehingga bayarannya lebih murah.
Kisah dimulai pada tahun 1995 di Perancis. Karasov pemimpin prostitusi Rusia dibantu oleh Yuri dan Leo Imasova menyerang saingannya dijalanan dan kini menjadi pemimpin disana. Anna (Loan Chabanol) dipaksa menjadi pelacur oleh Karasov dan diintimidasi akan dibunuh bila melawan atau melarikan diri. Ciri khas anak buah Karasov adalah memakai kalung khusus.
Lima belas tahun kemudian Anna bersama dengan Gina, Maria dan Qiao merencanakan untuk kabur dari Karasov dan sekaligus balas dendam. Dia membunuh akuntan pribadi Karasov yang memiliki daftar rekening-rekening bank. Selanjutnya mereka merampok rekening milik Karasov di sebuah bank dengan mendatangi bank tersebut di siang hari. Anna dan dua orang temannya berpakaian yang sama dan rambut yang sama sehingga menyulitkan penyelidikan.
Sebelum itu Anna sudah menghubungi Frank Martin (Ed Skrein) sebagai seorang kurir untuk menjemputnya di depan bank tersebut dan mengantarkannya disuatu tempat. Frank tidak mau mengantar karena penumpangnya ada tiga orang padahal dikiranya hanya satu orang yaitu Anna. Namun Anna menunjukkan video ayah Frank yang disandera oleh mereka. Dengan terpaksa Frank bersedia mengantar walaupun harus kejar-kejaran dengan polisi.
Tibalah mereka di markas Anna dan didapati ayahnya sedang diborgol. Frank meminta untuk membebaskannya tapi Anna memberikan penawaran pekerjaan lagi dan harus diterima karena ayahnya sudah diracuni. Bila pekerjaan selesai maka penawarnya akan diberikan. Frank mau tak mau harus menurutinya.
Anna, Maria and Qiao pergi ke klub milik Leo Imasova. Frank membantu memasang tabung untuk membius menggantikan tabung asap yang digunakan para DJ diskotik. Semua pengunjung terbius termasuk Leo. Merekapun beraksi membobol rekening bank milik Leo dan mentransfernya ke rekening Anna. Frank hendak keluar tapi menemui halangan dari anak buah leo sehingga terjadi pertarungan yang seru. Akhirnya mereka berhasil lolos dari tempat tersebut.
Keesokan harinya Gina merayu dan menyandera pilot pesawat yang hendak menerbangkan Yuri. Gina membayar beberapa orang untuk menjaga sang pilot agar bila ditelepon akan menjawab sakit. Dan benar, Yuri tidak percaya begitu saja karena Pilot digantikan oleh ayah Frank dan pramugari diganti oleh Gina. Yuri menelepon sang pilot dan menanyakan apakah dia sakit dan dijawab sakit.
Selanjutnya Gina membius Yuri dan ayah Frank membuat co pilot menjadi pingsan. Alhasil pesawat berjalan sendiri tanpa ada yang mengemudikannya. Gina dan ayah Frank berusaha meloloskan diri dan meminta bantuan kepada Frank. Frank berhasil menyelamatkan ayahnya dan Gina tapi sayangnya Gina tertembak oleh anak buah Yuri.
Untunglah Gina dapat diselamatkan walaupun dengan obat apa adanya. Merekapun berterima kasih dan mengatakan bahwa sebenarnya ayahnya tidak diracun. Hal ini dilakukan agar Frank mau membantu mereka. Akhirnya Frank dan ayahnya pergi meninggalkan mereka karena perjanjian sudah selesai.
Frank mengantarkan ayahnya ke suatu tempat. Tak lama setelah itu ada telepon dari ayahnya tapi yang bicara adalah Karasov. Karasov menculik ayahnya dan meminta imbalan dengan membawa tiga orang gadis perampoknya. Karasov mengira satu orang telah mati terbakar bersama dengan akuntannya.
Frank kembali ke markas Anna dan mengatakan kejadian tersebut. Anna, Maria, Qiao setuju untuk ikut bersama Frank menemui Karasov. Tiba di kapal milik Karasov Frank minta barter dilakukan antara ayahnya dan ketiga gadis itu. Dilain tempat Gina melakukan penyadapan terhadap komputer milik Karasov terutama passwordnya.
Tiba-tiba muncul Leo dan Yuri didalam kapal. Leo dan Yuri selama ini mencurigai Karasov adalah otaknya dan Anna pada kesempatan itu membenarkan. Karasov ingin membuktikan bahwa tabungan di rekeningnya saldonya hanya sedikit yaitu $120 juta. Karasov memperlihatkan rekeningnya dan pada saat bersamaan password tersebut diketahui Gina. Dan secara cepat Gina mentransfer $200 juta dari rekening Anna ke rekening Karasov. Sehingga pada saat rekening Karasov dilihat oleh Yuri dan Leo berubah menjadi $320 juta. Jadi kecurigaan mereka berdua benar sehingga terjadi tembak-menembak antara kubu Karasov dan kubu Yuri-Leo. Selanjutnya Gina mentransfer kembali semua uang ke rekening Anna.
Pertempuran seru terjadi antara tiga pihak sehingga menyebabkan tewasnya Yuri dan Leo. Tak disangka Gina, Maria dan Qiao juga tewas. Pertarungan kini beralih ke Karasov dan Frank yang sampai ke ujung bukit. Frank nyaris kalah dan untunglah Anna menembak Karasov lebih dulu.
Frank dan ayahnya berpisah dengan Anna yang pergi menyendiri di suatu tempat. Anna mentransfer uang jutaan dollar kepada keluarga Maria, Gina dan Qiao. Tak lupa Frank dan ayahnya mendapat transferan uang juga.
Film ini cukup seru dan menarik namun demikian masih belum bisa menyamai seri sebelumnya. Penampilan Ed Skrein terlalu kaku dan cara bicaranya seperti di dubbing di dalam studio. Entahlah apakah benar di dubbing atau tidak, yang jelas terasa datar dan hambar, tidak ada intonasi naik turun yang berarti. Sehingga tidak menimbulkan unsur dramatik sama sekali. Bila dibandingkan dengan penampilan Jason Statham tentu masih lebih baik Jason Statham. Hal ini tidak bisa dipungkiri.
Penampilan Loan Chabanol cukup lumayan wajahnya yang cantik setidaknya membantunya dalam berakting. Penampilan Ray Stevenson cukup mumpuni sebagai seorang pensiunan dan ayah Frank. Secara umum film ini lumayan sebagai tontonan yang menghibur.
Shanaz
September 20, 2015
New Google SEO
Bandung, Indonesia---------
Film ini mengadaptasi cerita komik dari penerbit Marvel Comics yang banyak melahirkan cerita tentang super hero. Antman dibuat oleh Stan Lee yang bernama lengkap Stanley Martin Lieber pada tahun 1962 dan muncul pada komik berjudul Tales to Astonish. Untuk pertama kalinya pada tahun 2015 ini super hero Antman dirilis filmnya.
Kisah dimulai pada tahun 1989, Hank Pym (Michael Douglas) terlibat pertengkaran dengan jajaran direksi perusahaan Pym Technologies sehingga memutuskan berhenti dari pekerjaannya.
Seperti biasanya latar belakang sang tokoh diungkapkan di awal cerita. Pada tahun sekarang ini, Scott Lang (Paul Rudd) adalah seorang pencuri yang baru bebas dari penjara San Quentin. Statusnya sudah bercerai dengan istrinya dan memiliki seorang anak perempuan, Cassie. Istri dan anaknya tinggal dengan suami baru yang bernama Paxton yang merupakan seorang polisi.
Kesedihan Scott semakin lama semakin memuncak. Susah mencari kerja dan begitu dapat kerja maka dia dipecat karena ketahuan pernah masuk penjara. Diusir oleh istrinya karena tidak pernah mengirim uang bulanan untuk anaknya. Paxton juga kurang menyukainya karena sudah jelas yang satu polisi dan satunya lagi mantan narapidana. Tidak punya uang dan tempat tinggal sehingga ikut nebeng di rumah Luis (Michael Pena), bekas teman satu sel.
Luis menawarkan pekerjaan mencuri lagi pada Scott yang awalnya ditolak namun pada akhirnya diterima. Scott masuk seorang diri ke dalam rumah yang menjadi target. Berbagai halangan pintu, gembok, sidik jari, pembeku nitrogen dapat diatasi. Harta yang dicari sudah ditemukan dan ternyata sebuah baju mirip baju selam. Tidak ada barang berharga layaknya uang atau emas atau permata. Scottpun kecewa.
Scott kembali pulang dan mencoba baju itu di kamar mandi. Tak disangka dirinya berubah menjadi kecil, sekecil semut. Petualangan lucupun terjadi dari sudut pandang manusia kecil. Akhirnya dirinya berubah kembali menjadi besar. Tak ingin terjadi apa-apa, dia mengembalikan baju itu ke rumah asalnya. Tapi begitu keluar dari rumah itu dirinya ditangkap polisi.
Selanjutnya Hank menyamar sebagai pengacara dan menawarkan kerjasama. Scott berhasil kabur dari penjara. Hank menceritakan segala sesuatunya termasuk dia adalah penemu dari baju tersebut. Scott harus menjadi Antman untuk kebaikan dan menggagalkan rencana Darren (Correy Stoll). Darren adalah bekas asisten Hank yang sekarang menjadi pimpinan di Pym Technologies yang sedang meneliti pengecilan tubuh seperti yang dimiliki oleh Hank.
Saat ini Hank sudah berhasil memperkecil benda mati namun gagal untuk makhluk hidup. Hal ini disebabkan karena Darren tidak melindungi otak atau kepala dengan helm. Hope (Evangeline Lily), anak dari Hank bekerja bersama Darren. Hope ingin menjadi Antman tapi ditolak oleh Hank karena Ibunya yang dulu pernah menjadi Beeman telah tewas dalam tugas. Sehingga dia tidak mau kehilangan keluarganya lagi.
Scott tidak hanya dilatih untuk berkelahi dan bertarung melainkan juga mengontrol semut. Dia membutuhkan suatu alat yang ada di SHIELD untuk aktivitas mencuri pakain kecil hasil karya Darren. Scott pergi ke SHIELD dan bertarung dengan Falcon dan pertarungan ini dimenangkan oleh Antman. Alatpun didapat.
Akhirnya Darren berhasil memperkecil seekor domba dan technologi ini akan dijual ke Hydra. Scott, Hank dan Hope dibantu oleh Luis dan kawan-kawannya merencanakan mencuri pakaian kecil milik Darren. Pada tanggal yang ditentukan Hank dan Hope hadir bersama Darren yang menjual technologinya ke Hydra. Antman terlambat untuk mencurinya bahkan terperangkap didalam kotak kaca. Semua melihat Antman sehingga terjadi kekacauan. Hank kena tembak dan Hope melakukan perlawanan terhadap kubu Darren.
Antman berhasil keluar dari kotak kaca. Darren berhasil lolos menggunakan helikopter. Hank dan Hope menggunakan mobil tank yang dibesarkan dari gantungan kunci untuk keluar dari gedung. Pym Technologies meledak dan hancur berantakan.
Terjadi pertarungan antara Antman dan Darren yang berubah jadi kecil dan menggunakan bajunya yang seperti robot. Darren berhasil dimasukkan dalam perangkap nyamuk. Namun Scott keburu ditangkap oleh Paxton. Darren berhasil lolos dan pergi ke rumah istri dan anaknya sekaligus menyandera anaknya. Scott berhasil lolos dan menuju ke rumah untuk menyelamatkan anaknya. Pertarungan terjadi lagi antara Antman dan Darren. Antman berhasil masuk ke baju Darren dan merusak peralatan di dalamnya. Antman terkena ledakan, hal yang sama pernah dialami oleh istri Hank dan terjebak dalam dunia lain karena menjadi sub atom. Dia teringat dengan anaknya terus dan memotivasinya untuk mencari jalan keluarnya dan berhasil. Antman kembali ke bentuk tubuh yang besar.
Setelah kejadian itu, Scott diterima oleh mantan istrinya dengan baik termasuk juga Paxton. Lalu Luis bercerita bahwa ada yang mencari dirinya yaitu Falcon.
Film ini terasa lumayan walaupun super heronya tampak kecil dan lawan juga kecil. Pertarungan dan pertempuran tidaklah sesengit dan seheboh Transformer yang besar lawan besar. Banyak iklan yang hadir di sini misalnya ice cream Baskin Robbins serta Yakult yang dikemas tanpa bermaksud beriklan. Contohnya Baskin Robin yang digambarkan sebagai perusahaan yang memecat Scott dengan seenaknya sendiri.
Permainan Michael Douglas sudah tidak perlu diragukan lagi begitu menghayatinya. Akting dari Paul Rudd bisa dibilang kurang dapat mendramatisir mimik wajah dan gerakan tubuhnya sehingga momen dramatis kurang bisa diwujudkan. Wajahnya yang tampan menjadi perisai untuk kekurangan tersebut. Permainan Evangeline Lily cukup lumayan ditambah dengan dia mampu berkelahi. Yang menarik adalah penampilan dari Michael Pena yang terlihat lugu dan agak sedikit ‘bloon’ sangat pas diperankannya.
Spesial efek yang dilakukan cukup bagus pada saat make over wajah Michael Douglas saat masih muda terasa halus. Semut-semut juga ditampilkan dengan lumayan walaupun tidak mendetail. Cukup menghibur sebagai tontonan saat malam minggu.
Shanaz
Juli 29, 2015
New Google SEO
Bandung, Indonesia















